Nasabah BPF Siap Gugat Balik

KUASA : Nasabah BPF yang dirugikan memberi kuasanya kepada Gunadi Handoko.

KEPANJEN-  Dugaan penggelapan dan penipuan uang nasabah PT. Bestprofit Futures (BPF), terus berlanjut. Dwi Rubingi, seorang nasabah yang digugat secara perdata oleh BPF di, Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Malang, tak gentar. Bahkan dia siap menggugat balik, kepada perusahaan yang terletak di Kota Malang itu. Seperti disampaikan Gunadi Handoko, SH, MM, Mhum, kuasa hukumnya menegaskan, gugatan balik itu hanya tinggal menunggu waktu. “Sah-sah saja bila BPF menggugat klien kami. Malahan itu yang kami tunggu. Dan kami pastinya akan lakukan rekonvensi (gugat balik),“ terangnya kepada Malang Post, kemarin. Pengacara yang berkantor di Jalan Semeru Kota Malang itu mengatakan, tak segan-segan akan melakukan gugatan balik dengan nominal yang lebih tinggi. Dia menambahkan, seharusnya yang melakukan gugatan secara perdata itu adalah kliennya, bersama nasabah lainnya yang  jelas-jelas secara nyata dirugikan BPF.
“Nanti kami bisa gugat balik sebesar Rp 10 miliar atau bahkan lebih besar,“ kata pria murah senyum ini. Disinggung mengenai gugatan BPF dengan tuntutan ganti rugi kepada Dwi Rubingi sebesar Rp 5,85 miliar, dia mengatakan itu hal yang wajar sebagai indikasi pengalihan isu. Gunadi juga meyakinkan, tudingan BPF terhadap Dwi Rubingi seperti yang tertulis didalam gugatan adalah tak benar. Sebelumnya, BPF menuduh Dwi yang tinggal di Perum Sengkaling Indah, Desa Mulyo Agung, Dau telah melakukan tindakan intimidasi dan provokasi terhadap karyawan marketing BPF. Sehingga membuat perusahaan tersebut, ditinggalkan sekitar 70 nasabah dan calon nasabah, serta mengalami kerugian sebesar Rp 5,85 miliar.
“Tak mungkin klien kami melakukan tindakan intimidasi dan provokasi. Mereka demo, itu sebagai bentuk solidaritas sesama nasabah BPF yang dirugikan,“ tandasnya. Sementara itu, dalam sidang kedua dengan agenda mediasi kemarin, berlangsung selama 30 menit. Majelis hakim yang diketuai H. Bambang Sasmito SH MH, serta dibantu dua hakim anggota Asgari Mandala Dewa SH dan Gutiharso SH, menginstruksikan agar kedua belah pihak yang bersengketa dihadirkan pada persidangan berikutnya yang dijadwalkan pada Kamis (7/3) mendatang. “Kami instruksikan kepada setiap pengacaranya, untuk masing-masing menghadirkan kliennya. Dari penggugat harus menghadirkan Andre Pung sebagai pimpinan cabangnya, sedangkan dari tergugat harus menghadirkan Dwi Rubingi,“ terang Humas PN Kabupaten Malang, Gutiharsi SH MH, di tempat yang sama. (big/mar)