Polisi Jemput Paksa Suhadi

Decky Hermansyah

KEPANJEN- Polres Malang akhirnya menerbitkan surat penjmpeutan paksa terhadap anggota Komisi A DPRD Kabupaten Malang, H.M. Suhadi SE, MAP, karena tidak memenuhi surat panggilan kedua terkait kasus dugaan penipuan serta penggelapan mobil yang dilakukannya. Itu terjadi, setelah penyidik kesulitan mengetahui keberadaan pria berasal dari Fraksi PDIP tersebut, yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Kasatreskrim Polres Malang, AKP Decky Hermansyah SH. MH menjelaskan, penyidik sudah membuatkan surat penjemputan paksa kepada Suhadi. Dikatakannya, surat penjemputan paksa itu sudah ditandatangani oleh Kanit IV Satreskrim Polres Malang, Ipda Sutiyo dan diketahui oleh Kapolres Malang, AKBP Ade Derian Jayamarta. Mantan Kasatreskrim Polres Malang Kota ini menjelaskan, penyidik unit IV Polres Malang yang menangani kasus ini, kesulitan melacak keberadaan Suhadi. Dia menambahkan, dengan raibnya tersangka, sudah bisa diindikasikan yang bersangkutan tak kooperatif dengan pihak kepolisan untuk menyelesaikan kasus ini.
Terlebih Suhadi juga diketahui oleh penyidik sudah lama tak berkantor serta juga tak mengikuti kegiatan kerja bersama komisi A. “Ketua Komisi A, Ir Budi Kriswiyanto, setelah kami tanya juga tak mengetahui keberadaan Suhadi. Katanya dia telah lama tak mengikuti agenda bersama Komisi A,“ terang Decky. Lebih lanjut dia menjelaskan, sesuai instruksi dari Kapolres Malang, , penyidik dituntut gerak cepat menyelesaikan kasus ini. Meski yang bersangkutan sebagai wakil rakyat, penyidik dituntut tak sungkan serta tak takut untuk mengusut tuntas kasus tersebut.
Bahkan Decky menjelaskan, penyidik diperkenankan mengambil sikap tegas terhadap Suhadi. “Bila pada penjemputan nanti Suhadi tak berada di rumah maupun di kantor, kami tak segan untuk menurunkan tim buru sergap (buser) untuk mencari keberadaanya,“ pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Suhadi dilaporkan Suratman dan Toni Krispian Yuniarto. Suratman Warga Jalan Danau Bratan Timur D-2, Perumahan Sawojajar, Kedungkandang, Kota Malang. Dia dituduh menggelapkan mobil Daihatsu Xenia, N-1666-AN sejak 5 April tahun lalu sehingga Suratman merugi Rp 162 juta. Sedangkan, Toni penduduk Jalan Wiraguna, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, Suhadi dengan tuduhan menggelapkan uang sewa mobil Daihatsu Xenia bernomor polisi N-524-VH sebesar Rp 3 juta pada Maret 2012. (big/mar)