Polres Malang Kota Panen Narkoba

MALANG – Peredaran narkotika di wilayah Kota Malang, benar-benar disapu bersih oleh Satuan Reskoba Polres Malang Kota. Tak peduli, pelajar, mahasiswa ataupun pengusaha, begitu kedapatan memiliki atau menyimpan narkotika petugas langsung menangkapnya.
Seperti akhir pekan lalu, enam budak narkotika jenis daun ganja kering dan sabu-sabu (SS) berhasil diringkus. Mereka ditangkap dalam waktu seharian di empat lokasi yang berbeda. Dari enam pelaku, beberapa diantaranya masih berstatus pelajar salah satu SMA di Kota Malang.
Mereka diantaranya, berinisial HK, warga Jalan Tendean Gg II, Desa/Kecamatan Turen. Pria 54 tahun yang bekerja sebagai wiraswasta ini, ditangkap petugas di simpang empat Jalan LA Sucipto Malang, sekitar pukul 17.30. Dia dibekuk sesaat setelah transaksi sabu-sabu. Dari tangan dia petugas mengamankan dua poket SS yang dimasukkan dalam bungkus rokok Dji Sam Soe.
Kemudian MD, 30 tahun. Karyawan swasta warga Jalan Argo Merpati Selatan II, Desa Donowarih, Karangploso ini, ditangkap petugas di Jalan Jaksa Agung Suprapto Malang. Dari tangan dia petugas mendapatkan satu poket SS, uang sebesar Rp 1 juta serta satu buah HP Samsung sebagai barang bukti.
Lokasi penangkapan ketiga di Jalan Bantaran III, Kecamatan Lowokwaru sekitar pukul 17.00. Dari penggrebekan ini, petugas menangkap TS, 38 tahun, warga Jalan Joyosuko, Kelurahan Merjosari, Lowokwaru. Selain itu, petugas juga mengamankan barang bukti berupa dua plastic berisi SS, 25 plastik bekas bungkus SS serta satu tas berisi seperangkat alat hisap.
Selanjutnya pada malam harinya pukul 22.30, petugas menangkap tiga orang pelajar SMA di Jalan Temenggung Suryo, Kecamatan Klojen. Salah satunya berinisial MDW, 19 tahun, warga Jalan Hamid Rusdi VI, Kelurahan Bunulrejo, Blimbing. Mereka ini ditangkap saat hendak pesta narkotika jenis daun ganja kering. Dari penangkapan mereka ini barang bukti yang diamankan tiga bungkus ganja kering, uang Rp 200.000 serta tiga buah HP.
Kasatreskoba Polres Malang Kota, AKP Sunardi Riyono, dikonfirmasi membenarkan adanya penangkapan itu. Hanya saja dia masih belum bisa merilis lengkap hasil ungkapnya tersebut, karena masih dalam penyelidikan dan pengembangan.
“Saya sendiri yang kemarin memimpin penangkapan itu sampai subuh. Kami masih mengembangkan kasusnya, karena masih ada jaringannya yang belum tertangkap. Selain enam orang itu, sebenarnya masih ada pelaku narkotika baru yang masih kami kembangkan,” tegas Sunardi.
Penangkapan keenam pelaku narkotika itu sendiri, menurut mantan Kasatreskrim Polres Malang ini, bermula dari informasi masyarakat. Berdasarkan informasi tersebut, petugas lalu menindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan hingga berhasil menangkap mereka.(agp/nug)