Balap Liar Dirazia,Amankan 147 Motor

KEPANJEN- Para pembalap liar ngetrek di kawasan Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, tak pernah kapok. Meski telah dirazia petugas pertengahan bulan Februari lalu, mereka masih nekat menjalankan aksinya. Mengetahui hal itu, petugas Polsek Kepanjen, kembali melakukan razia, dini hari kemarin.
Hasilnya, kali ini petugas mengamankan sebanyak 147 unit sepeda motor berhasil terjaring dalam razia yang dilakukan Polsek Kepanjen. “Setelah kami amati, para pembalap liar itu tak menghentikan aktifitasnya. Untuk itu, ya kami lakukan razia lagi,“ ungkap Kapolsek Kepanjen, Kompol Suyoto kemarin.
Dalam razia  dimulai pukul 01.00 itu, petugas Polsek Kepanjen menurunkan 30 anggotanya  tersebar di setiap sudut Stadion Kanjuruhan. Mereka terdiri dari unit reskrim, sabhara, binmas, intel, dan lantas. Semua anggota Polsek Kepanjen, langsung menutup akses jalan masuk maupun keluar, di stadion milik Pemkab Malang tersebut.
Setelah sirine mobil patroli polisi terdengar dan masuk area Stadion Kanjuruhan, ratusan pembalap liar itu kocar-kacir. Bahkan mereka membiarkan motornya tergeletak begitu saja dan lari tunggang langgang. Petugas pun langsung bergerak dengan mengamankan satu per satu sepeda motor yang ditinggalkan itu.
Setelah diamankan, semua sepeda motor yang rata-rata pretelan itu kemudian diangkut ke truck yang sudah disiapkan. “Razia ini kami lakukan, agar kondisi Stadion Kanjuruhan dan sekitarnya menjadi kondusif. Sekaligus untuk mencegah serta menekan angka kriminalitas yang terjadi di wilayah hukum Polsek Kepanjen,“ beber Suyoto.
Aksi balap liar yang dilakukan setiap malam minggu itu, sudah memakan korban jiwa. Adalah orang tua Pratu Solikhin, yang ditabrak oleh salah seorang pembalap liar, saat melintasi Stadion Kanjuruhan, pada bulan November tahun lau. “Pratu Solikhin ini, sampai-sampai tiap malam minggunya menghalau para pembalap liar ini sendirian,“ kata pria yang dikenal tegas ini.
Saat razia itu, tampak juga salah satu sepeda motor berjenis Kawasaki Ninja, yang terjaring razia pertama pada bulan lalu. Setelah dilakukan sidang Tindak Pidana Ringan (tipiring), ternyata si empunya, kembali mempergunakan motornya untuk balapan liar. “Ya sepeti Ninja warna hijau itu yang masih membandel,“ kata Suyoto.
Bagi pemilik sepeda motor yang terkena razia, Suyoto menjelaskan bisa diurus di Mapolsek Kepanjen pada pagi hari ini. Dia menambahkan, mereka pemilik sepeda motor itu, tetap diwajibkan mengikuti sidang tipiring, yang dilakukan di Pengadilan Negeri (PN), Kepanjen, sesuai pelanggaran yang dilakukan.(big/nug)