Maling Serbu Dua Kantor SKPD

JEBOL : Brankas Sub Bagian Keuangan BKD Kota Batu kosong setelah uang dikuras pencuri.

Gagal Rusak Brankas Diknas, Sikat Uang BKD
BATU– Ibarat sekali dayung, dua pulau terlampaui. Itulah yang terjadi pada dua kantor SKPD Pemkot Batu. Dalam waktu bersamaan, pencuri dengan mudah mengobrak abrik Kantor Dinas Pendidikan plus Kantor Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD, yang posisinya berhadap-hadapan di Jalan Bukit Berbunga, Desa Sidomulyo, Batu. Ironisnya, kasus pencurian itu terjadi ketika pelaku pencurian brankas berisi uang di Kantor DPRD Kota Batu, yang notabene berdekatan dengan markas polisi tak kunjung terungkap. Dengan begitu, tunggakan pengungkapan aparat kepolisian bertambah lagi. Sementara Kantor Dinas Pendidikan, selama ini sudah tiga kali disatroni pencuri. Namun pencurian kedua jauh sebelumnya, dan peristiwa ketiga yang diperkirakan terjadi Sabtu malam lalu, pelaku tak berhasil menyikat uang lantaran sejak kasus pencurian uang gaji guru dan karyawan beberapa tahun lalu, kantor tersebut sudah tidak menyimpan lagi uang dengan jumlah cukup banyak di dalam brankas, karena tersimpan di bank kendati di kantor tersebut juga ada brankas besar.
Diperkirakan karena gagal memperolah barang berharga, gerombolan penjahat beralih menjarah di Kantor BKD. Dari kantor ini, pelaku menyikat uang tunai Rp 45 juta dari brankas ruangan Sub Bag Keuangan yang mereka rusak. Kasus tersebut baru diketahui pihak BKD, pada Minggu petang. Hingga kemarin, polisi gabungan dari Polsek dan Polres Batu, masih terus melakukan olah TKP." Saya mendapatkan laporan dari penjaga, Minggu sore. Setelah itu kejadian saya laporkan ke Pak Wali dan petugas kepolisian," ungkap Abu Sufyan, Kepala BKD Kota Batu. Hebatnya, pelaku yang menyatroni Kantor BKD menggunakan tangga dan terkesan mengetahui betul seluk belum kantor tersebut. Mereka langsung menuju ruang Sub Bagian Keuangan, dan masuknya pun persis dekat posisi brankas.
Kaburnya pun melalui rute sama, bahkan tangga yang digunakan memanjat hingga kemarin masih berdiri di posisinya. Uang yang tersimpan di dalam brankas, dikemas dalam amplop bertuliskan Bank Jatim. Hanya diambil uangnya, amplop-amplopnya ditinggal. M Furqan, Sekretaris BKD mengatakan bahwa uang Rp 45 juta itu merupakan sisa gaji pegawai, yang belum diambil. Uang itu juga belum disetor ke bank ditambah uang hasil iuran koperasi. "Memang masih ada beberapa uang pegawai, yang belum diambil. Jadi bagian keuangan menyimpan uang tersebut di brankas. Sebagaian uang tersebut, juga uang potongan gaji karyawan untuk angsuran di bank,” tambahnya. Di kantor Dinas Pendidikan, pelaku masuk dari belakang. Pencuri merusak kabel berduri di belakang kantor, lalu dilanjutkan merusak jendela. Beberapa berkas sudah diacak-acak. Pelaku juga berusaha menjebol brankas, namun tidak berhasil. (feb/lyo)