Maling Bobol Kontrakan Mahasiswi UB

BUKA : Salah satu penghuni rumah kos menunjukkan lemari yang dibongkar.

LOWOKWARU– Perumahan padat penduduk, Griyashanta semakin tak aman. Minggu (3/3) malam, mahasiswi Universitas Brawijaya (UB), Dyah Irasari, 21 tahun mengaku rumah kontrakannya di Perum Griyashanta Blok G/206 Malang diacak-acak pencuri. Dyah baru menyadari kontrakannya telah dibobol saat pulang dari liburan akhir pekan di rumahnya, Surabaya. Mahasiswi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UB itu menceritakan, ia pulang ke Malang karena hari ini harus kuliah. ”Saya baru pulang dari Surabaya malam sekitar pukul 21.00. Saya lihat gerbang pagar depan kok sudah terbuka. Padahal waktu ke Surabaya hari Sabtunya, rumah saya gembok. Saat saya mau masuk garasi, saya lihat pintu rumah sudah dijebol,” ujarnya.
Dia lantas melihat, pintu rumah kontrakannya dibuka dengan paksa. Kusen pintu rusak. Melihat pintu rusak, mahasiswi berkulit putih itu panik. Benar saja, begitu memasuki rumah, Dyah semakin syok ketika melihat dua pintu kamar dalam telah terbuka. Lemari dan laci meja telah diobrak-abrik oleh maling. Dyah mengaku kehilangan uang sebesar Rp 500.000, dua ponsel dan satu modem internet. Anehnya, katanya, kamera, emas, laptop, kunci untuk motor yang terparkir di garasi rumah kontrakannya tak diambil. ”Aneh. Padahal itu saya taruhnya di tempat terbuka, kok gak diambil,” ujar dia bertanya-tanya. Kontan saja, begitu tahu rumahnya disatroni garong, mahasiswi yang kini menginjak semester 6 itu langsung berteriak maling.
Dua satpam kompleks yang mendengar teriakan ini pun mendatangi rumah kontrakan yang juga dihuni oleh dua mahasiswi lain itu. Dua orang satpam yang mendatangi kontrakannya menyebut bahwa sudah ada pembobolan di blok belakang. Nadia Swastika, salah satu mahasiswi yang menemani Dyah di kontrakan menyebut, satpam bilang bahwa pembobolan dua rumah sudah terjadi sejak siang hari. Yang disayangkan, sikap satpam dianggapnya kurang simpatik dan terkesan membiarkan adanya pembobolan di ketiga rumah tersebut. Dua satpam malah memarahi penghuni kontrakan ini karena tidak memberi laporan bahwa rumah akan ditinggal kosong.
”Saya tak tahu namanya dua satpam itu, tapi kok saya malah dimarahi rumah saya dibobol maling. Satpam kan tugasnya menjaga kompleks ini, kalau ada pembobolan harusnya segera lapor polisi atau pengelola Griyashanta. Tapi kok terkesan membiarkan,” tegasnya. Padahal, pos satpam terletak pada tempat yang terlihat dari rumah kontrakan blok G 206 itu. Meski demikian, ia sudah merelakan uang, hape dan modem yang digondol maling. Ia hanya berharap pengelola Griyashanta dan pihak keamanan membenahi sistem pengamanan di kompleks tersebut. (fin/mar)