Jambret Kian Nekat

LUKA : Sariani menunjukkan luka dan memperagakan cara pelaku merampas kalungnya dan (foto kanan) tempat Fua’di menjadi korban perampokan.

MALANG– Kemarin pagi, kawanan penjahat jalanan kembali bikin ulah. Sariani, 42 tahun, warga Jalan Angka Wijaya, Dusun Bunton, Desa Sidorahayu, Wagir yang menjadi sasarannya.   Kalung emas milik ibu dua anak itu, dirampas dua penjambret saat berada di depan SMPN 17 Malang, Jalan Raya Pelabuhan Tanjung Priok, Kelurahan Bakalan Malang. Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian sekitar Rp 2 juta. “Selain merampas kalung, mereka juga memukul saya dengan gagang (pegangan) celurit yang dibawanya, sampai dahi saya ini memar,” ungkap Sariani. Sembari menunjukkan luka memar di dahinya, Sariani menceritakan bahwa peristiwa jambret tersebut terjadi sekitar pukul 08.35.  Saat itu, dia sedang mengantarkan Umi Masfufah, 13 tahun, anaknya berangkat sekolah dengan berboncengan motor Honda Supra, N 5216 E. “Anak saya kelas I di SMPN 17 itu. Kebetulan tadi (kemarin) masuk siang,” ujarnya. Semula saat perjalanan dari rumahnya menuju ke sekolah, sama sekali tidak ada kecurigaan kalau diikuti oleh pelaku.
Korban baru sadar kalau dirinya diincar oleh penjahat, ketika berhenti di depan SMPN 17 Malang. Saat itu tiba-tiba korban didekati oleh dua pelaku yang berboncengan motor. Satu pelaku yang dibonceng langsung turun dan menghampirinya. Dari belakang tangan pelaku langsung merampas kalung yang dipakai oleh korban.  Sariani sendiri sempat berusaha mempertahankan kalungnya, namun karena kepalanya dipukul, dia akhirnya melepaskan. Pelaku sendiri setelah berhasil mendapatkan barang jarahan, langsung kabur ke arah timur. Warga di sekitar lokasi kejadian, sebetulnya sempat berusaha mengejar setelah mendengar teriakan korban. Tetapi warga tidak berdaya karena diancam dengan celurit oleh pelaku. “Umi juga sempat mau dibacok karena menarik jaket pelaku. Untung saja tidak sampai kena,”pungkasnya.

Kepala Dicelurit, Uang Dirampas
AKSI jambret juga terjadi di wilayah hukum Polres Malang. Fua’di, 34 tahun, warga Jalan Cokroaminoto, Desa/Kecamatan Wajak, kemarin pagi merelakan uang Rp 3 juta miliknya dibawa kabur dua penjahat yang beraksi di gang depan rumahnya. Tidak hanya itu, wajahnya juga luka karena dibacok para pelaku. Kapolsek Wajak, AKP Sardikan SE. SH mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan intensif terhadap pelakunya. ”Korban melapor bila pagi itu dia pulang belanja berjalan kaki sendirian dari Pasar Wajak. Sampai di depan gang rumahnya, dia dicegat dua laki-laki naik motor Suzuki Satria FU,” terangnya.
Salah seorang dari pelaku turun dan menyuruhnya untuk menyerahkan tasnya. Fua’di tentu saja tak menyerahkan tasnya begitu saja. Dia lantas melawan, sehingga membuat pelaku yang bersenjatakan celurit membacok keningnya. Bacokan itu, membuat korban terkapar. Pelaku pun merampas tas korban, dan kabur menggunakan sepeda motornya. Warga sekitar yang mendengar kejadian ini, Fu’adi ke RSSA Malang, untuk mendapatkan perawatan. (agp/big/mar)