Kemarahan Nasabah Meledak

LAWAN : Massa merangsek berusaha masuk ke dalam kantor BPF dan pertemuan di ruang rapat Satreskrim Polres Malang Kota serta massa memasang poster protes.

PT. Bestprofit Jadi Badprofit
MALANG- Kemarahan puluhan nasabah PT. Bestprofit Futures (BPF) akhirnya benar-benar meledak, kemarin. Seakan meluapkan keinginan mencari keadilan, mereka melakukan unjuk rasa di tiga tempat. Mulai dari Block Office Pemkot Malang, Mapolres Malang Kota dan kantor BPF sendiri di Jalan Letjen S Parman Malang. Meski belum mendapatkan hasil yang optimal, para nasabah bertekat terus berjuang untuk mendapatkan uangnya kembali. Tak urung, di tiga lokasi yang DIjadikan tempat unjuk rasa, emosi mereka membuncah. Kepada Malang Post, kuasa hukum nasabah, Gunadi Handoko SH, MM, M,hum menegaskan bila perbuatan BPF telah memenuhi unsur-unsur tindak pidana Pasal 378 KUHP.  ”Mereka sudah menguntungkan diri sendiri dan melawan hukum dengan memakai nama palsu atau martabat palsu. Dengan tipu muslihat ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu, atau supaya memberikan utang maupun menghapus piutang. Ancaman pidananya bisa empat tahun penjara,” tuturnya ditemui di Mapolres Malang Kota.
Dijelaskan dia, bukti lain BPF melakukan pelanggaran adalah menjalankan transaksi tanpa sepengetahuan atau izin dari nasabah. Inipun, lanjut Gunadi, sudah merupakan pelanggaran Pasal 372 KUHP yang isinya barang siapa dengan sengaja memiliki dengan melawan hak sesuatu barang yang sama sekali atau sebagiannya termasuk kepunyaan orang lain dan barang itu ada dalam tangannya bukan karena kejahatan, dihukum karena penggelapan dengan hukuman penjara maksimal empat tahun. ”Selama saya jadi nasabah BPF, saya belum pernah memerintahkan atau memberi kuasa secara tertulis dalam tiap kali transaksi kepada BPF hingga sampai uang saya dinyatakan hangus atau clear,” tambah Tjoe Kang Long, seorang nasabah yang rugi sekitar Rp 126 juta.
Dia mengulangi fakta hukum sesuai dengan Pasal 52 ayat (1) UU No 12 tahun 2011 tentang Amandemen UU No 32 Tahun 1997 tentang perdagangan berjangka komoditi. ”Pialang berjangka dilarang melakukan transaksi kontrak berjangka, kontrak derivatif syariah dan atau kontra derivatif lainnya untuk rekening nasabah kecuali telah menerima perintah untuk setaip kali transaksi dari nasabah atau kuasanya yang ditunjuk secara tertulis untuk mewakili kepentingan nasabah yang bersangkutan,” urainya. Sebab itu, tegas Long, sapaannya, tindakan BPF dianggap telah nyata-nyata melanggar hukum. ”Kami tetap berjuang untuk meminta hak-hak kami dan pertanggungjawaban BPF. Kami juga berharap masyarakat untuk tidak terbuai oleh janji-janji perusahaan perdagangan berjangka komoditi seperti BPF karena semua itu hanyalah penipuan berkedok investasi emas,” ujar dia dengan lantang.
Sementara itu, dalam aksi demo itu, para nasabah dan massa yang ikut berdemo membagi-bagikan brosur berisi tentang peringatan penyalahgunaan dana nasabah berkedok trading fluktuasi emas. Saking semangatnya, mereka juga merubah nama Bestprofit Futures menjadi Badprofit Finance. ”Kami hanya ingin masyarakat waspada terhadap penawaran untuk mentraksasikan dana dalam fluktuasi pergerakan harga emas dunia dengan profit yang menggiurkan. Tapi ujung-ujungnya uang masyarakat yang akan habis sama sekali tanpa ada jawaban yang masuk akal,” tambah Dwi Rubingi, jur bicara Aliansi Korban BPF saat membagikan brosur tersebut kepada pengguna jalan. (mar)