Malang Post

OB Matos Dipolisikan

Share
Usai Mengeroyok Lalu Meneror
MALANG–  Hanya karena cewek, Prayogo Dwi Prijambodo babak belur, akhir pekan kemarin. Warga Jalan Grindulu Malang ini menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan Dovi Marcela, 21 tahun, warga Jalan Kapi Woro, Sawojajar, Malang dan beberapa orang temannya. Akibat pengeroyokan itu, hidung pemuda 23 tahun tersebut sampai retak. Kasus pengeroyokan itu sendiri, kini sedang dalam tahap penyelidikan petugas Satreskrim Polres Malang Kota. Selain kasus pengeroyokan, korban juga mengadukan tindakan tidak menyenangkan. Dia diteror dan diancam melalui SMS dan telpon oleh pelaku. “Kalau kasus pengeroyokannya, sudah saya laporkan Minggu malam lalu setelah kejadian. Sedangkan kali ini (kemarin) saya mengadukan masalah ancaman melalui SMS dan telpon,” ungkap Prayogo.
Menurut dia, pengeroyokan yang dialaminya itu berawal dari masalah asmara antara dirinya dengan Septy, mantan kekasihnya asal Blitar yang kerja di Malang Town Square (Matos). Septy yang sudah tiga tahun lebih menjadi pacarnya ini, tiba-tiba memutus hubungan secara sepihak pada pertengahan Februari lalu. “Apa alasan dia memutus itu, saya tidak tahu. Padahal sebelumnya tidak ada masalah. Ketika coba saya tanyakan melalui SMS dan telpon sama sekali tidak jawaban,” ujar dia. Akhirnya untuk mengetahui alasan kekasihnya memutus itu, korban lantas mencari tahu dengan membuntuti kekasihnya. Ternyata Septy diketahui telah menjalin asmara dengan Dovi Marcela, yang diketahui sebagai karyawan office boy (OB) Matos.
Prayogo memergoki kekasihnya jalan dengan Dovi saat keduanya makan di sebuah warung bubur ayam Kayungyun. Melihat mantan kekasihnya itu sudah jalan bareng dengan cowok lain, akhirnya untuk menyelesaikan permasalahan secara baik-baik, korban mencoba menemui Dovi dan Septy pada Minggu (3/3) malam lalu di depan Matos. Namun bukannya permasalahan selesai, melainkan justru tambah panjang. Dovi yang diajak ketemuan baik-baik oleh korban, malah mengajak beberapa temannya. Selanjutnya dia langsung menyerang korban, yang kemudian dibantu oleh teman-temannya. Setelah mengeroyok, Dovi dan teman-temannya langsung kabur.
“Sebetulnya saat dipukul pertama itu saya sempat hendak membalas. Namun sekitar empat temannya malah memegangi tubuh saya, hingga saya terus dipukuli. Saat terkapar itu, saya ditolong oleh pengemudi mobil yang kebetulan melintas. Dan malam itu juga, saya langsung melapor ke Polres Malang Kota ini,” terangnya. Tidak terima dengan laporan itu, korban terus diteror oleh pelaku. Selain melalui SMS, teror juga dilakukan melalui telpon. Bahkan, Selasa malam lalu, rumah korban juga didatangi empat orang laki-laki tak dikenal. Mereka diduga ada Dovi dan teman-temannya. “Yang mengancam bukan hanya Dovi, tetapi kakaknya juga. Katanya kalau adiknya dipenjara tidak masalah, tetapi saya dan keluarga diancam tidak akan tenang,” jelasnya. (agp/mar)
comments

This content has been locked. You can no longer post any comment.