Andri : Ini Transaksi Emas, Bukan Investasi Emas

KETERANGAN : Andri Pung didampingi kedua pengacaranya memberikan keterangan pers kemarin.

PIMPINAN Cabang PT. Bestprofit Futures (BPF) Malang, Andri Pung yang sempat menolak memberikan komentar usai sidang gugatan di PN Kabupaten Malang, kemarin mengundang beberapa wartawan untuk memberikan klarifikasi seputar masalah nasabah BPF. Tetap didampingi kedua pengacaranya, Andri mengatakan bahwa tuduhan para mantan nasabahnya yang mengatakan bila BPF melakukan penipuan itu, dikatakannya tidak benar. BPF, paparnya adalah perusahaan yang telah mendapat izin resmi dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) yang menyediakan layanan transaksi perdagangan berjangka komoditi, dengan tiga produk. Yakni Loco London Gold, Index Hangseng dan Indek Nikkei.
“Bentuknya adalah transaksi emas, bukan investasi emas. Kalau investasi emas itu yang biasa ada di pasaran. Sedangkan di BPF ini merupakan transaksi emas (transaksi Loco London Gold) yang langsung ditransaksi oleh nasabah melalui fasilitas layanan transaksi online di Bursa Berjangka Jakarta (BBJ),” ungkap Andri. Sehingga, lanjutnya, apapun permasalahan yang timbul dengan nasabah, mekanismenya harus diselesaikan menurut ketentuan undang-undang atau ketentuan yang diatur oleh Bappebti. Andri juga menjelaskan bagaimana mekanisme perektrutan calon nasabah.  Dalam penjelasannya, sebelum menjadi nasabah, para calon nasabah sudah diberitahu semua aturannya. “Bahkan dalam tahapan mencari calon nasabah, staf dari BPF juga sudah melakukan konfirmasi ulang,” terang dia. Begitu juga saat nasabah melakukan trading. Dia menegaskan bahwa BPF sama sekali tidak pernah menjalankan transaksi.
Transaksi sepenuhnya dijalankan oleh nasabah, karena nasabah yang memegang account dan password. “Setelah nasabah melakukan transaksi, kami selalu mengirimkan SMS pemberitahuan. Keesokan harinya pun, kami juga mengirimkan surat resmi pemberitahuan melalui pos atau e-mail kalau mereka sudah melakukan transaksi,” ungkapnya.. Kalaupun nasabah merasa tidak melakukan transaksi, menurut dia, seharusnya segera mengajukan komplain. ”Kami membuka layanan komplain selama 2 x 24 jam setelah transaksi. Lebih dari itu, jelas kami anggap kalau nasabah tidak ada masalah dengan transaksinya,” tegas bos BPF tersebut. (agp/mar)