Sikat Motor Enam Kali

RINGKUS : Tommy bersama barang buktinya.
NGAJUM- Tommy, warga Desa Kesamben, Ngajum diringkus anggota Buru Sergap (Buser) Satreskrim Polres Malang, kemarin. Pria berusia 25 tahun ini, ditangkap terkait curnamor yang dilakukannya bersama jaringannya, di enam tempat berbeda di Kabupaten Malang. Saat ditangkap di rumahnya, petugas mengamankan satu buah sepeda motor merek Honda GL Max tanpa nopol, dan Yamaha Mio nopol N 1241 FM yang diduga hasil kejahatan bersama komplotannya. “Tersangka beserta barang buktinya, saat ini sudah diamankan di Mapolres Malang untuk dilakukan pengembangan,” ungkap Kasubag Humas Polres Malang, Ipda Sholeh Mas’udi, kemarin. Keberhasilan polisi meringkus tersangka Tommy alias Kentung, berkat pengembangan dua tersangka lainnya yakni Ciko dan Tiger, yang sudah ditangkap terlebih dahulu. “Satu pelaku masih buron.  Mereka kawanan curanmor yang saat menjalankan aksinya selalu berpindah-pindah lokasi. Sehingga sulit dilacak,” ujar Mas’udi menerangkan. Menurut pengakuan tersangka dihadapan penyidik yang memeriksanya, dia dan komplotannya itu melakukan pencurian motor sebanyak enam kali, dengan lokasi yang berbeda-beda.
Rinciannya empat kali dilakukan di Pakisaji dan masing-masing satu kali saat beraksi di wilayah Kepanjen dan Ngajum. “Biasanya saya melakukan pencurian motor bersama tiga orang lainnya, yakni Ciko, Tiger dan satu lagi berinisal D. Peran saya hanya yang mendorong sepeda motor dan membawa peralatan mereka untuk membandrek. Seperti kunci T, tang, kunci pas serta peralatan lainnya,” ucap Kentung coba membela diri. Dia menambahkan, setiap satu unit sepeda motor yang berhasil dijual, dia hanya mendapatkan komisi sebesar Rp 100.000. Dia juga menuduh tiga temannya itu memang residivis kambuhan. “Saya mau diajak mencuri motor, karena butuh uang untuk kehidupan sehari-hari. Soalnya saya hanya tamatan SD dan tak kerja,” kilahnya. (big/mar)