Satu Perampok Dibekuk, Dua Lainnya Beraksi

DIGIRING : Zainal Arifin digiring petugas dan (foto kiri) TKP istri kepala sekolah dirampok

MALANG– Zaenal Arifin, DPO kasus perampokan di Jalan Sampurno Malang, berhasil dibekuk petugas Tim Crime Cruiser (TCC) Polres Malang Kota, Rabu (6/3) lalu. Pria 49 tahun, warga Desa Pucangsongo, Pakis ini, ditangkap di rumahnya setelah tiga tahun lebih buron. Dengan tertangkapnya Zaenal Arifin ini, dari enam pelakunya sudah empat yang berhasil ditangkap. Selain Zaenal sendiri, tiga temannya sudah lebih dulu diamankan, yakni Suparto, Abdul Kholik serta Hartono. Sedangkan dua pelaku lainnya, hingga kemarin masih buron. Masing-masing berinisial HD dan ST. “Untuk dua temannya yang kabur itu kini keberadannya masih dalam penyelidikan. Yang jelas identitas mereka sudah dikantongi,” ungkap Kasubag Humas Polres Malang Kota, AKP Dwiko Gunawan.
Mantan Kasatreskrim Polres Batu ini mengatakan, aksi perampokan yang dilakukan Zaenal Arifin bersama lima temannya itu, terjadi pada 15 Oktober 2009 lalu sekitar pukul 02.15. Malam sebelum merampok keenam pelaku ini terlebih dahulu berkumpul di rumah Suparto. Setelah berkumpul, dengan mengendari motor mereka lalu menuju rumah korban. Sampai di depan rumah korban, keenam pelaku yang saat itu memakai cadar dan bersenjata celurit ini lalu membagi tugas. Ada yang berperan melumpuhkan korban, mengawasi sekitar lokasi dan menjarah barang berharga korban. “Kebetulan tersangka Zaenal Arifin ini, perannya adalah bertugas mengikat kaki dan tangan korban, serta menjarah barang-barang korban,” ujar Dwiko.
Modus yang dilakukan pelaku sendiri, mereka masuk ke dalam rumah dengan menjebol pintu depan. Selanjutnya mereka melumpuhkan korban Supeno yang berada di rumah sendirian. Kedua tangan serta kakinya diikat dengan tali raffia. Setelah korban tak berdaya, pelaku lalu mengambil barang-barang berharga. Diantaranya adalah dua buah HP, satu unit sepeda motor Yamaha Vega, uang Rp 900 ribu, dua buah anting-anting emas, serta satu tape compo merek Polytron.
Sedangkan pagi kemarin, dua perampok bersenjata celurit beraksi di Perum Sukun Pondok Indah (SPI). Pelaku yang diketahui berboncengan sepeda motor Suzuki Satria FU ini, berusaha merampok Ny. Harianto, istri kepala sekolah salah satu SMA Negeri di Kota Malang. Beruntung aksi kejahatan tersebut cepat diketahui Basuki Arjo, seorang penjaga hingga pelaku gagal mendapatkan barang jarahan yang kemudian kabur. Namun, meski gagal mendapatkan perhiasan, pelaku sempat melukai lengan korban dengan senjata celurit. “Katanya sih korban sempat dibacok di lengan kirinya. Tetapi tidak sampai luka atau berdarah, melainkan hanya memar saja,” ungkap Basuki Arjo, saksi mata saat ditemui di Pos Security kemarin siang.
Menurut cerita Basuki, percobaan perampokan tersebut terjadi sekitar pukul 05.20. Pagi itu, korban baru saja selesai belanja. Dia berniat pulang dengan mengendarai sepeda motor matic.
Ketika perjalanan pulang itu, motor korban dibuntuti oleh dua pelaku yang berboncengan motor. Begitu pelaku memepet, korban yang sadar kalau pelaku berniat jahat langsung menendang motor pelaku hingga terjatuh. Korban sendiri, saat itu langsung kabur pulang.
Namun pelaku yang terlanjur emosi langsung mengejar. Bahkan ketika korban masuk rumah pun pelaku, tetap mengejar. Beruntung, Basuki Arjo yang kebetulan melintas mendengar teriakan minta tolong korban. Dia langsung mendatangi rumah korban sembari berteriak rampok.
Dua pelaku sendiri yang merasa aksinya ketahuan, langsung buru-buru kabur tanpa mendapatkan hasil jarahan. “Kalau menurut saya, pelaku itu mengincar gelang emas yang dipakai oleh korban,” ujar Basuki. (agp/mar)