Awas, Curanmor Masih Tinggi

MALANG – Kota Malang  masih rawan pelaku pencurian sepeda motor (curanmor). Bahkan, dalam sehari kawanan pelaku ini bisa lebih dari dua kali beraksi. Seperti yang terjadi akhir pekan lalu, sehari empat sepeda motor dilaporkan hilang dicuri di empat TKP berbeda.
Hal ini membuktikan bahwa angka curanmor di Kota Malang ini masih cukup tinggi. Selain dikarenakan makin banyaknya kelompok curanmor yang beraksi, juga karena kelalaian masyarakat dalam menjaga keamanan kendarannya menjadi penyebab tingginya angka curanmor.
Polisi sendiri sebetulnya sudah berupaya dan bekerja keras untuk mengungkap jaringan pelaku ini. Tetapi karena minimnya saksi dan bukti petunjuk, membuat polisi masih kesulitan.
Empat kejadian curanmor yang dilaporkan sendiri, pertama terjadi di Jalan Tlogo Indah IV, Malang. Sepeda motor yang dicuri adalah sepeda motor Honda nopol P 5750 ZG milik Samsul Muhaimin, 43 tahun, warga Srono – Banyuwangi. Sepeda tersebut dicuri saat ditingga mengambil pakaian di tempat laundry.
Kedua terjadi di Jalan Bendungan Nawangan, Malang. Kali ini pelaku mencuri sepeda motor Honda GL 200 nopol S 4624 XD, milik Madhan Sayekti, 20 tahun. Sepeda tersebut dicuri saat diparkir di teras depan tempat kosnya.
Kemudian kejadian ketiga terjadi di Jalan Raya Sumbersari Malang. Korbannya Febria Rohmanur Rifai, 19 tahun, warga Jalan S Supriyadi Sukun. Sepeda motor Yamaha Jupiter AG 3984 MX miliknya hilang saat diparkir di warnet.
Dan kejadian keempat dialami Chakim Anubaha, 21 tahun, warga asal Pati – Jawa Tengah. Sepeda motor Honda Mega Pro K 5966 VS miliknya hilang saat diparkir di depan rumah pamannya di Jalan Raya Candi Malang.
Waka Polres Malang Kota, Kompol Wiyogo Pamungkas, dikonfirmasi mengatakan bahwa sebetulnya polisi sudah berusaha dan bekerja keras untuk melakukan penekanan terjadinya kasus curanmor itu. Mulai dengan terus melakukan giat patroli, hingga sosialisasi ke masyarakat melalui Babinkamtibmas.
“Kami sudah melakukan upaya untuk menekan angka curanmor itu. Untuk kring Reserse sendiri, juga berusaha melakukan pengungkapan. Namun disisi lain, kami juga mengajak masyarakat untuk menjadi polisi bagi dirinya sendiri. Hati-hati ketika memarkir motor atau kendaraannya. Pasalnya selama ini, masyarakat cenderung menyepelekan keamanan saat memarkir motornya,” ungkap Wiyogo Pamungkas.
Perwira dengan murah senyum inipun mengakui memang sehari rata-rata antara 2 – 3 sepeda motor yang hilang dicuri. Biasanya yang menjadi sasaran pelaku adalah tempat kos-kosan. Itu karena selama ini, pemilik kendaraan di tempat kos, tidak begitu menghiraukan keamanan motornya.
“Melihat banyaknya aksi curanmor ini, pastinya akan kami lakukan tindakan tegas terhadap para pelakunya. Tindakan tegas itu sifatnya preventive, jika memang pelaku melakukan perlawanan saat akan ditangkap, pasti akan kami lakukan tindakan tegas seperti memberi hadiah tembakan di kaki,” terangnya.(agp/nug)