Melawan, Akhirnya Dihakimi Massa

MALANG – Warga sekitar Jalan Lebaksari III, Lowokwaru, Sabtu malam lalu ngamuk. Mereka meluapkan emosinya dengan menghakimi seorang pria yang tertangkap tangan mencuri burung Cendet milik Edi Purnomo, 26 tahun, warga sekitar. Warga terpaksa memukulinya, karena pelaku berusaha melawan dan kabur.
Setelah kondisinya babak belur, tersangka yang diketahui bernama Lukas Sutikno, 41 tahun, warga Jalan Gilimanuk Gg VII, Kelurahan Samaan, Klojen ini langsung diserahkan ke petugas Polsekta Lowokwaru berikut dengan barang buktinya. Petugas kini masih mengembangkan perkaranya, karena diduga ada tindak kejahatan lain yang dilakukan tersangka.
“Untung saat dipukuli massa itu, tersangka cepat kami amankan. Pasalnya kalau terlambat beberapa menit, mungkin kondisinya sudah lain lagi,” ungkap Kapolsekta Lowokwaru, Kompol Bayu Indra Wiguno.
Aksi pencurian yang dilakukan Lukas ini sendiri, terjadi sekitar pukul 22.00. Sebelum beraksi mencuri, tersangka terlebih dahulu menenggak minuman keras (miras) sendirian di rumahnya. Setelah minuman habis dan kondisinya mabuk, dia lalu pergi keluar rumah naik motor dengan alasan mau membeli makanan.
Saat keliling mencari makan dengan melintas di depan rumah korban ini, tersangka melihat ada burung dalam sangkar yang ditaruh di teras depan rumah. Berkeyakinan kalau burung itu bisa dijual dan laku mahal, tersangka lantas merencanakan untuk mencuri.
Dengan memanfaatkan situasi sekitar yang sepi, tersangka lalu menuju ke teras rumah korban. Awalnya sebelum mengambil burung, dia lebih dahulu mengintip kamar korban dari jendela. Setelah melihat kondisi kosong dan aman, tersangka lalu mengambil burung cendet itu lalu kabur.
Tetapi belum sempat kabur jauh, langkahnya dihentikan oleh korban. Edi Purnomo yang saat itu bersembunyi di pintu, lalu mengejar sembari berteriak maling. Warga sekitar yang mendengar teriakan itu, lantas berdatangan yang kemudian menangkap dan menghakimi tersangka ramai-ramai.
“Saya mencuri itu karena khilaf, sebab terbawa pengaruh minuman keras yang saya minum. Burung cendet itu, tidak saya jual tetapi untuk dirawat sendiri,” ujar tersangka Lukas Sutikno, bujang lapuk ini.(agp/nug)