Pencuri Garong SMK YP 17-2 Malang

MALANG – Lembaga pendidikan kembali menjadi sasaran pencurian. Dini hari kemarin, SMK YP 17-2 Malang, di Jalan Melati Utara 65 Malang ini yang menjadi sasarannya. Pelaku yang diperkirakan lebih dari dua orang, berhasil menjarah lima unit CPU dan empat monitor.
Barang-barang tersebut dicuri di dalam ruang laboratoium komputer. Kerugian akibat kejadian itupun ditaksir sekitar Rp 20 juta. Sementara kasus pencurian itu sendiri, kemarin langsung dilaporkan ke petugas Polsekta Lowokwaru.
“Tadi pagi (kemarin, red) setelah mengetahui kalau sekolah kemalingan, kami langsung melaporkan ke Polsekta Lowokwaru. CPU dan monitor yang dicuri itu, adalah bantuan dari Dinas Pendidikan Kota Malang pada  tahun 2012 lalu,” ungkap Kepala SMK YP 17-2 Malang, Drs Edy Suharko ketika ditemui di sekolah siang kemarin.
Menurutnya, aksi pencurian tersebut diketahui pagi hari sekitar pukul 07.00. Kali pertama yang mengetahui adalah Wakasek Kurikulum, Drs Wahyono Supraddi. Pagi itu, saksi sangaja datang ke sekolah. Tujuannya menunggu tukang bangunan yang berniat nglembur menyelesaikan pembangunan ruang jaga sekolah.
Ketika masuk pintu gerbang, Wahyono semula tidak curiga kalau sekolah tempatnya mengajar diobok pencuri. Dia baru menyadari kalau sekolahnya kemalingan setelah melihat pintu ruang guru dan jendela ruang laboratorium terbuka.
Curiga ada yang tidak beres, Wahyono lalu mengeceknya. Saat dilihat kondisi dalam ruangan sudah acak-acakan. Karena yakin telah kemalingan, Wahyono lantas memberitahu Edu Suharjo, yang kemudian diteruskan dengan melaporkan ke polisi.
Sementara, untuk modus pencurian yang dilakukan pelaku sendiri, masuk ke dalam sekolah dengan cara melompat pagar. Kemudian masuk ke dalam ruang guru dan gudang dengan merusak pintu. Karena dua ruangan itu tidak ada, pelaku lalu beralih ke ruang lanoratium. Di tempat ini pelaku menjarah barang-barang berharga yang kemudian kabur lewat jalan semula.(agp/nug)