Nggeletek! Polisi Tak Tahan Suhadi

PERGI : Suhadi meninggalkan Mapolres Malang kemarin.

Penipuan
KEPANJEN-  Kegarangan polisi yang akan memburu Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Malang, H.M. Suhadi SE, MAP dan akan menangkapnya dimana saja berada, ternyata tidak sama dengan kenyataannya. Penyidik Satreskrim Polres Malang hanya meminta Suhadi untuk wajib lapor Senin dan Kamis. Suhadi datang sekitar pukul 10.00 didampingi dua kuasa hukumnya, MS Al Haidary SH dan Budi Susanto SH. Begitu tiba, dia langsung memasuki ruangan penyidik Polres Malang. Di dalam ruangan itu, Suhadi dicecar 25 pertanyaan oleh penyidik selama dua jam. “Semua pertanyaan itu, dijawab dengan sebenar-benarnya oleh klien kami. Dari semua pertanyaan yang diajukan penyidik, tak ada hal yang diperdebatkan,“ kata Haidary.
Dia menambahkan, pertanyaan yaang diajukan oleh penyidik masih seputar mengenai tak kehadiran Suhadi pada panggilan pertama dan kedua. “Yang jelas, klien kami masih koorperatif dengan penyidik. Klien kami sudah mengirim surat pemberitahuan tak bisa hadi, pada panggilan pertama lalu,“ tandasnya. Sementara itu, Suhadi menegaskan selama ini dia tak lari terkait statusnya sebagai tersangka kasus dugaan penggelapan mobil. Dia menjelaskan, selama ini hanya berada di seputaran Malang Raya. “Saya datang ke penyidik atas inisiatif sendiri. Supaya kasus ini bisa secepatnya terselesaikan,“ kata kader PDIP itu. Dia beralasan tak memenuhi panggilan pertama penyidik, karena surat pemanggilan baru diserahkan oleh Sekretaris Desan (Setwan) DPRD Kabupaten Malang, satu jam sebelum acara pemeriksaan. Alasan panggilan kedua dirinya tak hadir lagi, karena harus mencari finansial terkait permintaan Suratman sebagai pelapor untuk minta ganti mobil baru.
“Kata Suratman kepada saya, dia menginginkan kasus ini diselesaikan dengan cara kekeluargaan saja. Permintaan dia mengganti dengan mobil baru,“ kata Suhadi. Usai pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik selesai, dia langsung membubuhkan tanda tangan Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Hanya saja, dia tak ditahan oleh penyidik seperti warga lainnya yang melakukan tindakan pidana dan berstatus sebagai tersangka. “Kuasa hukumnya, meminta penangguhan penahanan. Alasannya dia masih sibuk dengan pekerjaanya saat ini sebagai anggota DPRD,“ kata Kasatreskrim Polres Malang, AKP Decky Hermansyah. Penyidik pun mengabulkan keinginan kuasa hukum Suhadi, dengan syarat yang bersangkutan harus wajib lapor tiap hari Senin dan Kamis. “Semua barang bukti mengenai kasus ini, sudah kami sita. Jadi penyidik tak takut yang bersangkutan akan menghilangkan barang bukti,“ tandas dia. (big/mar)