Malang Post

You are here: Kriminal Gereja Bethany Polisikan Pendeta Leonard Limato

Gereja Bethany Polisikan Pendeta Leonard Limato

Share
Dianggap Cemarkan Nama Baik
SURABAYA- Gereja Bethany melaporkan Pendeta Leonard Limato, satu dari empat pendiri Sinode Gereja Bethany Indonesia (GBI) serta dua pengacaranya, George Handiwiyanto SH dan Richard Handiwiyanto SH ke Mapolda Jatim. Dia dilaporkan telah melakukan pencemaran nama baik  jika Pendeta Abraham Alex Tanuseputra menggelapkan dana gereja senilai Rp 4,7 triliun serta mengubah akte pendirian gereja. Menurut Humas Gereja Bethany Pendeta, Reno Halsamer, laporan ini telah diterima oleh Polda Jatim, 19 Pebuari 2013 dengan Nomor Laporan Polisi LPB/174/II/2013/SPKT Polda Jatim. Yang mewakili atau yang melapor adalah kuasa hukum Gereja Bethany, Ridwan Gunawan SH, warga Jalan Sutorejo Tengah, Mulyorejo, Surabaya.
Dalam laporan tersebut, ketiga terlapor dilaporkan terkait penghinaan dan atau pencemaran nama baik melalui media tulisan yang dianggap melanggar pasal 311 KUHP dan 310 KUHP.
”Penjelasan terlapor dalam pemberitaan di beberapa cetak dan media online terkait tuduhan kasus menggelapkan dana Gereja Bethany itu tidak ada bukti dan fitnah, serta sangat merugikan pihak gereja. Karena itu kita laporkan balik," ujar Reno kepada wartawan kemarin. Dia menambahkan, laporan ini bertujuan agar diperoleh kebenaran serta tidak menimbulkan keresahan atas tuduhan dari terlapor. "Semua bertujuan baik sebagai bentuk upaya hukum agar diperoleh kebenaran secara hukum dan pada umumnya seluruh jemaat Gereja Bethany Indonesia supaya tidak menimbulkan keresahan atas tuduhan tersebut," tandas dia.
Seperti diketahui, Pendeta Abraham Alex Tanuseputra disomasi Pendeta Leonard Limato karena telah sepihak pengubahan akte pendirian gereja. Pendeta Leonard Limato menduga teman karibnya itu tidak melakukan pertanggungjawaban atas tugasnya selama periode 2003-2007. Bahkan, Pendeta Alex, sapaannya ketahuan mengubah secara sepihak akte pendirian Sinode GBI. "Selepas masa tugasnya di tahun 2007, Pendeta Alex tiba-tiba mengubah akte pendirian gereja. Bahwa mensahkan dirinya menjadi satu-satunya pendiri Sinode GBI. Semua tata dasar dan tata tertib dirombak," kata George Hadiwiyanto, SH,  pengacara Pendeta Leonard Limato, Minggu (17/2) lalu.
George juga menjelaskan bahwa tata dasar dan tata tertib baru yang diusung pendeta Alex tidak menghendaki adanya sidang raya untuk pemilihan Ketua Umum Sinode GBI. Pihaknya telah melayangkan somasi kepada Pendeta Alex sejak pertengahan Januari 2013. Dua kali somasi kemudian juga dikirim pada akhir Januari. Namun, George hanya mendapat balasan dari pihak notaris yang menggarap perubahan akte pendirian. "Notaris sudah mengakui bila perubahan akte pendirian yang dilakukan Pendeta Alex itu tidak benar. Notaris mengakui telah melakukan kesalahan. Dan menyatakan bahwa akte yang baru itu tidak sesuai dengan tata dasar dan tata tertib Sinode GBI. Itu artinya, akte pendirian yang baru itu tidak sah," terang dia.
Meski begitu George dan Pendeta Leonard Limato berharap pihak Pendeta Alex mau menyelesaikan problem ini sesuai cara kekeluargaan. Karena jika tidak, Pendeta Leonard Limato melalui kuasa hukumnya telah berencana mengaudit keuangan Sinode GBI yang dicurigai mengalami pencucian uang. Pendeta Leonard Limato menduga ada upaya perbuatan untuk menyembunyikan atau menyamarkan asal usul uang atau dana iuran jemaat Senode GBI. (berbagai sumber/mar)
comments

Comments

 
0 #1 sari 2013-05-25 04:39
:sigh: Kalau urusan money transparant ​Ɣªªª...( Bentuk tim acountinG) spt di kantor swasta....yg benar dan bersih....kr uang bisa bawa masalah begini ....​dimana mana....ga kuat....
Quote
 

This content has been locked. You can no longer post any comment.