Gelapkan Motor Adik Ipar

BUI : Yohanes dan barang buktinya di Mapolsek Kepanjen.

KEPANJEN- Dua kali masuk penjara, tak membuat Yohanes, 31 tahun, warga Dusun Sanggrahan, Desa Mangunrejo, Kepanjen kapok. Senin (11/3) lalu, dia berurusan dengan unit reskrim Polsek Kepanjen karena menggelapkan sepeda motor Honda Beat, N 3543 FA milik adik iparnya, Siti Nur Aisiyah, 17 tahun, warga Desa Kemiri, Kepanjen. “Selain menangkap tersangka Yohanes tersebut, kami juga mengamankan barang bukti sepeda motor milik korban. Motor tersebut kami sita, saat tesangka berniat akan menggandaikannya di Pasar Wlingi, Blitar,” ungkap Kapolsek Kepanjen, Kompol Suyoto.
Menurutnya, penggelapan motor yang dilakukan Yohanes terjadi pada 12 Februari 2013 lalu, di rumah korban. Saat itu sekitar pukul 18.00, tersangka mendatangi rumah korban dengan sendirian. Begitu ketemu, Yohanes yang pernah terlibat kasus pencabulan dan pencurian ayam ini, meminjam sepeda motor milik korban. Alasannya sepeda motor tersebut akan digunakan untuk menjemput adiknya di Desa Ngadilangkung, Kepanjen. Tidak curiga dengan perangai kakak iparnya ini, korban meminjamkan saja motornya. Tetapi setelah ditunggu-tunggu sampai lama, ternyata Yohanes tidak kunjung datang.  Akhirnya korban yang sadar telah menjadi korban penipuan lantas melaporkan ke petugas Polsek Kepanjen.
“Berdasarkan laporan tersebut, anggota kami lalu melakukan penyelidikan. Hasilnya, tersangka ini kami amankan di Pasar Wlingi saat akan menggandaikan sepeda motor milik korban,” beber mantan Kapolsekta Lowokwaru tersebut. Sementara itu, Yohanes mengaku motor Honda Beat yang dipinjam dari Siti, hendak digadaikan kepada seseorang warga Wlingi sebesar Rp 5,1 juta. “Rencananya, uangnya akan saya gunakan untuk modal cari kerja di Kalimantan,” papar Yohanes. (big/mar)