Bacok Pengunjung Warnet

TERTANGKAP : Kanitreskrim Polsekta Kedungkandang, Aiptu Rudi memeriksa  Wawan Zulkarnaen.

KEDUNGKANDANG- Wawan Zulkarnaen, 27 tahun, warga Jalan Kebalen Wetan Malang harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum. Senin (11/3) sekitar pukul 18.30, dia nekat membacok Afrizal Zulkarnaen, 37 tahun, seorang pengunjung warnet Jalan Zaenal Zakse Malang. Akibat bacokannya ini, warga Jalan Laksamana Martadinata Malang tersebut mengalami luka di kepala, punggung dan tangan kanannya. Hingga semalam, dia masih menjalani perawatan di RSSA Malang. Sementara Wawan dijebloskan ke dalam sel Mapolsekta Kedungkandang. Kemarin pagi, penyidik reskrim masih memeriksa saksi-saksi yang dianggap mengetahui kejadian itu.
”Tersangka dan saksi-saksi masih diperiksa intensif,” kata Kapolsekta Kedungkandang, Kompol Sutiono. Dijelaskannya, peristiwa ini terjadi ketika korban yang asyik berinternetan di salah satu warnet di Jalan Zaenal Zakse merasa terganggu dengan celotehan tersangka dan teman-temannya. Dia lantas menegur Wawan dan teman-temannya yang masih bercanda untuk tidak berisik. Rupanya, keinginan korban ini tidak terlalu diindahkan oleh Wawan. ”Menurut saksi mata, keduanya lantas bersitegang. Hingga akhirnya, korban menempeleng tersangka,” tambah Kanitreskrim Polsekta Kedungkandang, Aiptu Rudi. Emosi Wawan yang setiap hari menjadi polisi cepek ini naik.
Keduanya saling menantang untuk berkelahi. ”Setelah itu, baik korban dan tersangka sama-sama pulang ke rumahnya,” lanjutnya. Selang beberapa menit kemudian, Afrizal kembali dan masuk ke dalam warnet. Dia lantas menanyakan keberadaan Wawan kepada beberapa orang yang ada di depan kasir atau operator warnet. Mulanya, beberapa orang yang mengetahui permasalahan itu berusaha meredam amarah Afrizal. Tak disangka, saat itulah Wawan datang sambil membawa celurit panjang. Tanpa banyak bicara, celurit ini lantas dibacokkan ke tubuh Afrizal. Kali pertama, celurit mengenai kepala. Lantas pada bacokan kedua, celurit ini mengenai punggung Afrizal yang berusaha melawan.
Senjata tajam ini pun berhasil dipegang tangan kanan korban sampai mengeluarkan darah. Sambil memegang celurit, Afrizal mendorong tubuh pembacoknya hingga keluar warnet. Banyak warga sekitar yang datang membuat Wawan kabur. Dia juga membuang celurit yang dibawanya ke belakang Pasar Kebalen. Polisi yang datang berhasil mengamankan benda tersebut dan menyitanya sebagai barang bukti. Sementara Wawan yang kabur, berhasil ditangkap warga di pinggir jalan dekat rumahnya. ”Dia juga bawa celurit. Makanya, sebelum saya dibacok, dia saya bacok dulu,” ujar Wawan ketika diperiksa. Namun, polisi yang melakukan olah TKP mengaku tidak menemukan celurit yang dikatakan dibawa korban. (mar)