Hendak Mencuri, Tertangkap Bawa Celurit

DIBEKUK : Tersangka Ario Kusno, dengan barang buktinya di Mapolsekta Blimbing.

MALANG– Niatnya hendak mencuri, tetapi malah justru masuk bui. Itulah yang dialami Ario Kusno, 34 tahun, warga asal Desa Selopuro, Wlingi, Blitar. Pria yang mengaku kos di Jalan MT Haryono Malang ini, Rabu (13/3) malam ditangkap petugas Polsekta Blimbing, saat hendak mencuri di Jalan Amprong Malang. Dia dibekuk karena kedapatan membawa celurit. “Selain celurit itu, kami juga mengamankan 23 buah kunci serta tiga buah alat yang biasa digunakan untuk mencongkel gembok. Kini kami masih mengembangkan kasusnya, karena dugaan dia terlibat kasus kejahatan lain,” ungkap Kapolsekta Blimbing, Kompol Rofik Ripto Himawan.
Penangkapan Ario Kusno ini, menurutnya bermula saat petugas sedang melakukan patroli di sekitar Jalan Amprong Malang. Ketika patroli itu, petugas mendapat pengaduan warga yang curiga dengan tersangka yang berdiri di pinggir lapangan. Warga curiga lantaran tidak mengenal tersangka dan gerak-geriknya yang mencurigakan dengan terus mengawasi kondisi sekitar.
Mendapat pengaduan itu, petugas lantas mendekati tersangka. Saat didekati, Ario Kusno yang pernah ditahan di Polsekta Sukun karena kasus curanmor pada 2010 ini, sempat berusaha menghindar. Namun petugas yang cekatan berhasil menghentikan langkahnya.
Setelah itu, petugas lalu menggeledah tubuhnya. Ketika digeledah inilah, petugas mendapati sebilah celurit yang disembunyikan di balik bajunya. Selain itu, petugas juga menemukan puluhan kunci serta alat untuk mencukit gembok di dalam tas hitamnya. Karena tidak bisa menunjukkan surat izin kepemilikan sajam, petugas langsung menggelandangnya ke Mapolsekta Blimbing. “Karena aksi pencurian belum dilakukan, dia kami jerat dengan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang kedapatan membawa senjata tajam,” ujar mantan Kasatreskrim Polres Malang Kota ini.
Sementara itu, dalam pemeriksaan tersangka memang mengakui kalau malam itu berniat mau melakukan pencurian. Dia mau mencuri karena ajakan temannya bernama Iman, warga Jabung yang masih buron. Sedangkan senjata tajam celurit tersebut, digunakan untuk berjaga diri. “Saya kenal dengan Iman itu ya baru sekali itu. Itupun saya kenalnya saat di Pasar Loak Comboran, yang kemudian diajak untuk mencuri. Namun kemana perginya Iman, saya tidak tahu karena saat itu dia beralasan pergi sebentar. Khusus celurit ini, saya bawa dari Blitar untuk jaga diri,” kata Ario Kusno. (agp/mar)