Bapak Ajak Anak Minum Racun

BLIMBING - Bunuh diri dengan minum racun, kembali terulang di Malang. Bila sebelumnya, seorang ibu mengajak anaknya bunuh diri di Singosari, hal yang sama dilakukan Bowo Hadi Purnomo, 40 tahun dan anak angkatnya, Sofi Salsabila, 5 tahun.
Keduanya ditemukan tergeletak tak bernyawa di salah satu tanah kosong Jalan Raden Inten Malang, kemarin sore. Mereka diduga bunuh diri dengan minum sebotol minuman merek Fruitea bercampur potas. Barang bukti itu ditemukan petugas Polsekta Blimbing dan Satreskrim Polres Malang Kota yang datang ke lokasi.
Wakapolsekta Blimbing, AKP Tukimin Hadi menduga kuat, korban yang tinggal di Jalan Teluk Cendrawasih (daerah Kesek) Malang, sengaja bunuh diri setelah ditemukan pula surat wasiat saat melakukan olah TKP.
Isi surat wasiat yang ditulis dalam secarik kertas ini, meminta agar menguburkan jazad keduanya di kebun orang tuanya, Suli dan Misti di Dusun Sekarbanyu, Desa Sumbersuruh, Sumbermanjing Wetan. ‘’Namun masih kami selidiki motif bunuh diri ini, termasuk menunggu hasil otopsi yang dilakukan pihak RSSA Malang,” terang mantan Kapolsekta Klojen ini.
Dijelaskannya, tubuh Bowo dan Salsa, panggilan kedua korban diketahui oleh warga sekitar dan dilaporkan ke Imam, perangkat Kecamatan Blimbing. Dia pun memberitahukan laporan warga tersebut ke Mapolsekta Blimbing yang tidak jauh.
”Dugaan sementara, Bowo memberi minum anaknya terlebih dulu. Setelah itu dia yang meminum minuman beracun tersebut. Bau minuman yang bercampur potas sangat keras sehingga tidak sampai setengah botol, kedua korban sudah meregang nyawa,” lanjut Tukimin.  
Meninggalnya Bowo dan anak angkatnya ini, ternyata cukup mengagetkan orang yang bekerja di Terminal Arjosari. Bowo diketahui sebagai sopir mikrolet Karangploso-Arjosari (KA). Sedangkan istrinya, yakni Fitri Susilowati, 35 tahun, bekerja di salah satu warung yang ada di terminal tersebut. Namun Bowo dan Susi, panggilan Fitri Susilowati, bercerai sekitar tiga tahun yang lalu karena ketidakcocokan dalam rumah tangga.
Susi yang kemarin mendatangi TKP, terpukul dan menangis sejadi-jadinya saat melihat mayat mantan suaminya dan Salsa yang diangkatnya menjadi anak sejak umur 1,5 tahun itu, tergeletak di salah satu tanah kosong. Dia menduga, kenekatan suaminya ini dipicu karena keinginan untuk rujuk, tidak dipenuhinya.
”Keinginan untuk rujuk itu seringkali dikatakan mas Bowo setiap datang ke warung saya. Termasuk ketika menjemput Salsa pagi tadi (kemarin). Saya juga tidak curiga kalau dia akan bunuh diri. Apalagi, sebelumnya juga tidak pernah ada masalah,” urai Susi.
Keinginan rujuk ini, lanjut wanita tersebut, dikatakan Bowo untuk membahagiakan Salsa. “Sebelum kejadian ini, dia juga sempat mengatakan begitu. Namun saya katakan, kalau ingin membuat Salsa bahagia, bisa dengan cara kita. Sama-sama kerja cari uang untuk Salsa,” pungkasnya. (sit/mar)