Dibunuh karena Menolak Dinikahi

REKA ULANG :  Polisi menggiring Hari Bandi, tersangka pembunuhan Nuryanti ke TKP ke gua kembar Bantur untuk mencari barang bukti.

BANTUR- Polisi bergerak cepat untuk menangani kasus pembunuhan terhadap Nuryanti, 42 tahun, warga Jalan KH Hasyim Ashari, Kepanjen. Kemarin, Satreskrim Polres Malang dan Polsek Bantur melakukan reka ulang di TKP. Tersangka pembunuhan, Hari Bandi, 42 tahun, warga Dusun Bantur Timur RT43 RW02, Desa/Kecamatan Bantur ikut digiring untuk merekonstruksi perbuatannya terhadap janda pensiunan polisi ini. Dari reka ulang ini, Kepala Seksi Pengawasan Kebangsaan dan HAM di Kesbangpol Pemkab Malang itu, diketahui tersangka mengeksekusi Nuryanti, hari Minggu (3/3) lalu di rumahnya sekitar pukul 12.00.
Menggunakan skop, tersangka memukul wajah kekasihnya itu dua kali hingga keningnya berlubang.
“Sebelum saya bunuh, Nuryanti saya paksa untuk tidur bareng,” kata Hari di lokasi pembunuhan.  
Awalnya korban menolak dan meronta. Tetapi setelah dipaksa, Nuryanti pun tidak berdaya menuruti keinginan tersangka. Puas melakukan perbuatan bejatnya, dia malah membunuh janda dua anak ini. Setelah dipastikan tewas, tersangka lalu menguburkan korban sendirian di pemakaman umum Dusun Bantur Timur, Desa/Kecamatan Bantur pukul 13.00. “Menggunakan mobil Daihatsu Taft, saya membawa jenasahnya ke pemakaman itu dan menguburnya,” ucap pria yang mempunyai dua anak ini. Kemudian tersangka menghilangkan alat bukti dengan membuangnya ke gua kembar, Dusun Banjarejo, Desa Sumberbening, Bantur. Tempat pembuangan itu, terletak 16 km dari rumahnya.
Dia membuang benda-benda milik korban di dalam gua berkedelaman 30 meter. Untuk mengeluarkan alat bukti itu, polisi meminta bantuan Brimob dan tim SAR. Di tempat itu, ditemukan beberapa barang milik korban. Seperti tas yang di dalamnya terdapat sejumlah uang tunai, HP, kartu identitas, dan pakaian dalam. Hingga saat ini, barang bukti skrop yang dibuat membunuh korban belum ditemukan. “Tersangka berbelit dan mengaku lupa dimana membuang skrop yang menjadi alat tersangka untuk membunuh korban,” jelas Kasatreskrim Polres Malang, AKP Decky Hermansyah. Sumber Malang Post di Polres Malang, tersangka nekat membunuh karena korban menolak dinikahi.

Dinonaktifkan
PEMBUNUHAN terhadap Nuryanti, menjadi perhatian Bupati Malang, H Rendra Kresna. Hal ini menyusul salah satu pegawainya, Hari Bandi ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Malang. Rendra menegaskan Hari, dinonaktifkan sementara dari jabatannya. Sebelumnya, dia tercatat menjabat sebagai Kasubid Bina Wawasan Kebangsaan (Wasbang) dan HAM Bakesbangpol di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Pemkab Malang. Dia salah satu dari total delapan kasubid yang dimiliki badan ini.  ”Karena sudah berurusan dengan polisi untuk jalani proses hukum akibat terlibat tindak kejahatan, maka dinonaktifkan sementara dari jabatannya. Kalau sudah masuk tahapan jalani reka ulang, jadi dia memang terlibat kasus ini,” tegasnya.  Orang nomor satu di Kabupaten Malang ini menegaskan, jika Hari kemudian terbukti bersalah, maka Pemkab akan memberhentikannya secara tidak terhormat. Rendra pun mengutus, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Bakesbangpol untuk mengikuti perkembangan pemeriksaan dan proses hukum tersangka. (big/poy/mar)