Massa Hajar Pencuri Motor

BORGOL : Fendi Santoso dan Imam Nike sesaat setelah tertangkap hendak dibawa ke Polres Malang.

KALIPARE- Warga Desa/Kecamatan Kalipare, kemarin petang mengamuk. Mereka menghajar Fendi Santoso, 32 tahun, warga Desa Mulyosari, Donomulyo dan Imam Nike, 22 tahun, warga Desa Gampingan, Pagak karena ketahuan mencuri motor Yamaha Mio, N 3750 DT  di Desa Tempursari, Donomulyo. Untung petugas Polsek Kalipare yang bekerjasama dengan Polsek Donomulyo berhasil mengamankan keduanya yang sudah babak belur. Kasatreskrim Polres Malang, AKP Decky Hermansyah mengaku, kedua tersangka masih dalam pemeriksaan intensif. ”Mereka dicurigai terlibat dalam pencurian motor di tempat-tempat lain. Masih kita kembangkan,” katanya semalam.
Dijelaskan dia, kedua tersangka menggunakan motor Honda Beat tanpa plat nomor mencari sasaran motor untuk dicuri, pukul 15.30. Salah satu lokasi yang dituju yakni Desa Tempursari, Donomulyo. ”Di salah satu rumah, mereka melihat motor Mio yang diparkir di depan rumah. Salah satu tersangka langsung membandrek motor dan berhasil. Namun, saat berusaha membawa kabur motor itu, ada beberapa warga sekitar yang mengetahui,” lanjutnya. Meski diteriaki pencuri, namun Fendi dan Imam tetap nekat. Mereka membawa motor curian kabur ke arah Kalipare. Warga yang mengetahui kejadian ini akhirnya ikut mengejar.
Tanpa diketahui oleh kedua pelaku, salah seorang warga Desa Tempursari, Donomulyo menghubungi teman-temannya yang ada di Kalipare untuk menghentikan kedua pelaku yang kabur. Dugaan salah seorang warga ini benar. Ratusan warga yang melihat Fendi dan Imam memacu motornya, langsung menghentikan keduanya dan mengepung. Tanpa dikomando, dua tersangka yang bertubuh gemuk dan sedang ini menjadi bulan-bulanan massa. Bahkan, beberapa petugas yang datang cukup kesulitan untuk mengevakuasi kedua tersangka. ”Fendi dan Imam langsung kita bawa ke Polres Malang untuk menghindari amukan massa yang besar,” papar mantan Kasatreskrim Polres Batu ini.  
Sementara itu, Jumat (15/3), dua pencurian sepeda motor terjadi di dua tempat berbeda. Yang pertama di depan halaman TK ABA, Desa Wandanpuro, Bululawang. Motor Yamaha Mio Soul, N 4022 EO milik Yanna Rulita, 37 tahun, hilang digondol ketika menjemput anaknya yang sekolah di tempat tersebut.  Sedangkan kejadian di depan halaman kantor Ma’arif Jalan Raya Kebonangung, Pakisaji. Umar Bima, 38 tahun, warga Desa Talangsuko RT02 RW05 Turen, mengaku kehilangan motor Honda Supra X 125, N 3150 DH.   

Pulang Ngajar Dibegal
DALAM waktu yang bersamaan, Melik Retnaning Wahyu, 35 tahun, warga Jalan Pesantren RT19 RW06, Desa Jeru, Turen menjadi korban penjahat jalanan. Motor Honda Beat, N 3389 DL miliknya dirampas dua orang tak dikenal, Jumat sore di jalan sawah Desa Jeru, Turen. Jama’ali, ayah korban menceritakan, anaknya yang bekerja sebagai guru TK Primagama, Sawojajar, Kota Malang pulang ke rumahnya.”Dia baru merasa ada yang mengikuti ketika mulai melintas di jalan sawah atau 300 meter dari rumah kami. Motornya dipepet dua laki-laki berboncengan naik motor  Suzuki Satria FU warna putih,” ungkapnya.  Setelah berhenti, salah seorang pelaku yang dibonceng turun dan mengacungkan pancor ke arahnya. “Anak saya disuruh turun dari motornya tapi tak mau dan sempat melawan,” ujar Jama’ali. Akibat melakukan perlawanan itu, pelaku memukul helm yang dipakai korban hingga membuat ibu satu anak itu terjatuh dan mengalami memar di tangan kanannya. “Pelaku kabur, membawa sepeda motor anak saya beserta tas berisi dompet, uang dan HP,” ucap  pria yang juga berprofesi sebagai guru ini. (big/mar)