Suami Curi Perhiasan Istri

WONOSARI-  Perbuatan seorang suami yang satu ini, tak pantas ditiru. Pitoyo, 42 tahun, warga Desa Kebobang RT03 RW03 Wonosari nekat mencuri beberapa perhiasan milik Misti, 39 tahun, istrinya sendiri. Akibatnya, sejak kemarin yang bersangkutan dijebloskan ke balik jeruji tahanan Polsek Wonosari. “Pelaku beserta barang buktinya, sudah kami amankan,“ terang Kapolsek Wonosari, AKP Afan Junaedi, kepada wartawan kemarin. Dia menjelaskan, dari tangan pelaku disita barang bukti uang tunai sebesar Rp 2 juta, hasil penjualan kalung milik istrinya sendiri yang dicurinya. Pitoyo menjalankan aksinya Sabtu (16/3) sekitar pukul 12.00. Saat itu, Pitoyo sendiri di dalam rumahnya. Sedangkan istrinya pergi arisan. Sedangkan tiga anaknya pergi bermain ke rumah tetangga. Suasana sepi, muncul niat jahatnya untuk mencuri perhiasan milik istrinya tersebut. Niat jahatnya itu, berlangsung dengan mulus dan tanpa ketahuan oleh istri maupun ketiga anaknya. Dengan membuka pintu lemari yang terletak di dalam kamar tidur, dia mengambil sejumlah perhiasan emas. Lalu, perhiasan emas dengan total berat satu ons itu dijualnya ke Pasar Besar Malang seharga Rp 2 juta.
Sebelum berangkat menjual perhiasan itu, dia diketahui mencongkel jendela samping rumahnya, seperti terlihat habis kemalingan. Kejadian hilangnya perhiasan itu, diketahui oleh Misti sekitar pukul 15.00. Saat itu, dia mendapati jendela samping rumahnya tetrlihat tercongkel serta rusak, seperti habis kemalingan. Setelah dicek, beberapa perhiasannya telah raib. “Kemudian korban melaporkan pencurian itu ke Polsek Wonosari. Anggota kami menindaki laporan itu, dengan melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan para saksi, termasuk pelaku Pitoyo,” beber Junaedi. Lebih lanjut dia menjelaskan, saat dimintai keterangan serta diperiksa oleh petugas itulah dia menyampaikan alibi yang tak masuk akal. Setelah didesak oleh tim penyidik, Pitoyo mengakui perbuatan yang dilakukan. Otomatis, membuat petugas mengamankan pelaku dan menjebloskannya ke tahanan Mapolsek Wonosari. “Dia beralibi saat kejadian itu sedang bekerja. Padahal saat anggota kami memintai keterangan istrinya, Pitoyo saat itu mengaku libur bekerja sebagai tukang bangunan,“ ucap Junaedi. Sedangkan dihadapan penyidik yang memeriksanya, Pitoyo mengaku kesal dan jengkel terhadap istrinya. Sayangnya, dia enggan mengungkapkan penyebab kesal dan kejengkalannya itu kepada polisi. (big/mar)