Pengepul dan Bandar Togel Dibekuk

MALANG– Perjudian jenis judi toto gelap (Togel) di Kota Malang ternyata masih marak. Terbukti dengan masih beredarnya judi kupon putih ini. Akhir pekan kemarin, anggota reskrim Polsekta Sukun mengamankan dua pelaku yang diketahui sebagai pengepul dan bandarnya. Keduanya yakni Paiman alias Bagong, 50 tahun, warga Jalan Sukun Gempol, RT17 RW09, Sukun. Dia adalah pengecer sekaligus pengepul togel. Dan satu lagi yang diketahui sebagai bandar adalah Mi’an, 57 tahun, warga Jalan Terusan Tanjung Putra Yudha VA, Kelurahan Tanjungrejo, Sukun. “Mereka berdua ini kami tangkap di rumahnya masing-masing hanya berselang 30 menit,” ungkap Kapolsekta Sukun Kompol Lukman Cahyono.
Dijelaskan dia, Paiman alias Bagong ini yang kali pertama dibekuk petugas. Dia ditangkap di rumahnya sesaat setelah melayani pembeli judi togel. Penangkapan sendiri setelah petugas mendapat laporan dari masyarakat kalau Bagong mengecerkan judi togel di kampungnya.
Berdasarkan laporan itu, petugas kemudian menindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan. Hasilnya begitu benar diketahui Bagong mengecerkan togel, petugas langsung menangkapnya.
“Dari tangan dia kami mengamankan barang bukti berupa uang Rp 30.000, satu buku rekapan togel, dua lembar kertas rekapan, dua sobekan kupon nomer togel, bolpoin serta HP berisi tombokan nomor togel,” ujar Lukman, sapaannya.
Kemudian, dari penangkapan Bagong ini petugas lantas mengembangkan kasusnya. Bagong yang diperiksa mengaku menyetorkan togel itu pada Mi’an. Akhirnya tak menunggu lama, petugas langsung mencari keberadaan Mi’an dan berhasil menangkap di rumahnya. Barang bukti yang disita dari pria ini, petugas mengamankan dua nota isi nomor togel, serta uang sebesar Rp 249.000. Mi’an sendiri dalam pemeriksaan mengakui kalah dirinya adalah bandar togel yang menerima setoran dari tersangka Paiman alias Bagong. “Saya ini bandar kecil-kecilan. Baru beberapa bulan ini saya nekat menjadi bandar, setelah sebelumnya bekerja sebagai penimbang barang rongsokan. Kalau nanti ada tombokan besar lalu nomornya keluar dan saya tidak bisa membayar, ya memilih kabur,” ujar Mi’an. (agp/mar)