Mahasiswa Mabuk Dipukuli

MERINGKUK : Reno Kinanggi di Mapolsekta Blimbing.
MALANG– Warga sekitar Jalan LA Sucipto Malang, Sabtu (16/3) malam ngamuk. Mereka menghajar Reno Kinanggi, 25 tahun, mahasiswa salah satu PTS di daerah tersebut. Pemuda asal NTT yang kos di Jalan Terusan Wisnu Wardana Malang ini dimassa karena dalam kondisi mabuk menganiaya seorang warga. Akibat penganiayaan itu, Supriyanto, 27 tahun, warga Jalan LA Sucipto, Malang ini sempat dirawat di rumah sakit. Dia mengalami luka di wajah akibat dipukul dengan batako. Sedangkan tersangka Reno sendiri, usai babak belur langsung diserahkan ke petugas Polsekta Blimbing. “Untung saat kejadian itu, tersangka segera kami amankan. Pasalnya kalau sampai terlambat, mungkin kondisinya sudah lain lagi. Ketika itu, kondisinya masih dalam keadaan mabuk berat,” ungkap Kapolsekta Blimbing, Kompol Rofik Ripto Himawan.  Penganiayaan berawal ketika tersangka datang ke tempat temannya di Jalan LA Sucipto Malang. Setelah berkumpul, keempatnya lalu mengadakan pesta minuman keras (miras) jenis arak. “Habis berapa liter saya tidak ingat karena mabuk,” aku Reno Kinanggi.
Setelah minuman sudah habis dan kondisi Reno sedang mabuk berat inilah, keributan terjadi. Itu bermula ketika korban yang sedang berdiri di pinggir jalan, tiba-tiba dihampiri oleh tersangka. Selanjutnya tanpa banyak bicara, Reno langsung memukulkan batu paving yang dibawanya ke arah wajah korban. Sekali pukul darah pun langsung bercucuran dan korban mengerang kesakitan. Sementara Reno sendiri, usai memukul langsung kabur. Warga sekitar yang mendengar dan mengetahui kejadian itu, lantas menolong korban. Sebagian warga lainnya mengejar tersangka. Begitu berhasil ditangkap, tanpa ada komando warga langsung memukulinya ramai-ramai. “Batu batako yang digunakan memukul korban itu, sudah kami amankan sebagai barang bukti,” terang mantan Kasatreskrim Polres Malang Kota ini. (agp/mar)