Terancam Hukuman Mati

BERENCANA : Hari Bandi, tersangka pembunuhan

Pengakuan PNS Pemkab, Berencana Buang Mayat ke Pantai Balekambang
KEPANJEN- Setelah penyidikan panjang, Polres Malang menggelar kasus pembunuhan yang dilakukan Hari Bandi, 42 tahun, warga Dusun Bantur Timur RT43 RW02, Desa/Kecamatan Bantur. Salah satu fakta terbaru, Kepala Seksi Pengawasan Kebangsaan dan HAM Kesbangpol Pemkab Malang itu berniat untuk membuang jenazah korbannya, Nuryanti, 42 tahun, warga Jalan KH Hasim As’yari RT01 RW02, Desa Penarukan, Kepanjen ke Pantai Balekambang. Namun karena merasa Pantai Balekambang selalu ramai di hari Minggu, dia lantas membatalkan niatnya dan memilih menguburkan Yanti, panggilan korban ke pemakaman umum yang tidak jauh dari rumahnya. ”Tapi saya tidak mempersiapkan secara khusus liang yang saya gunakan untuk mengubur Yanti. Lubang itu saya pergunakan untuk mencari pesugihan atau wangsit mendapat nomor togel. Saya sering melakukan ritual mistis di kuburan itu,” tuturnya.
Tanpa ada raut wajah penyesalan, duda ini juga mengaku tidak berencana melakukan pembunuhan. ”Saya tidak sengaja membunuh. Tapi yang pasti saya cemburu karena dia teman laki-lakinya banyak. Apalagi Yanti juga tidak memberikan kepastian untuk mau dinikahi,” lanjutnya. Sampai sekarang pun, setelah tertangkap polisi, dia juga merasa heran bisa melakukan pembunuhan itu. “Gimana ya? Saya sendiri juga heran kenapa perbuatan ini bisa saya lakukan,“ ujar Hari menerawang. Laki-laki yang sempat berbelit dalam memberikan keterangan sesaat setelah ditangkap tim buru sergap (buser) Satreskrim Polres Malang ini, hanya bisa pasrah dengan vonis hukuman kepada dirinya termasuk pekerjaannya sebagai PNS Pemkab Malang.
Kasubag Humas Polres Malang, Ipda Sholeh Mas’udi menjelaskan, tersangka sudah dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman maksimal hukuman mati. “Yang memberatkan dia adalah telah mempersiapkan lubang kuburan itu sejak dua pekan lalu. Itu menurut pengakuannya di Berita Acara Pemeriksaan (BAP),“ tandasnya. Seperti diketahui, hanya dalam hitungan empat hari, Polres Malang berhasil mengungkap identitas wanita misterius atau Mrs X yang ditemukan terkubur di Pemakaman Umum Dusun Bantur Timur, Desa/Kecamatan Bantur, Minggu (10/3) lalu. Yakni Nuryanti yang diketahui sebagai janda polisi dan memiliki usaha kos-kosan di Kepanjen. Ibu dua anak ini dilaporkan hilang oleh keluarganya sejak Kamis (7/3) lalu. (big/mar)