Gugat BPF Rp 20 Miliar

MALANG- Sikap PT. Bestprofit Futures (BPF) yang berniat menyelesaikan masalah dengan nasabahnya melalui jalur hukum, mendapat perlawanan cukup sengit. Sebelumnya perusahaan perdagangan berjangka komoditi ini menggugat secara perdata dua nasabahnya, Dwi Rubingi di Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Malang dan Tjoe Kang Long di PN Surabaya.  Kemarin, perlakuan ini ganti ’dibalas’ oleh dua nasabah wanita. Mereka mengajukan gugatan perdata kepada BPF melalui PN Kota Malang. ”Kedua nasabah berinisial ME dan RA,” tutur Paulus Sungkono SH, kuasa hukum nasabah dari Law Firm Gunadi Handoko and Partners. Dijelaskan dia, langkah ini dilakukan oleh dua nasabah tersebut karena BPF yang berkantor di Jalan Letjen S Parman Malang sudah dianggap sangat merugikan.
”Mereka sudah dijanjikan keuntungan besar oleh BPF dalam penawaran investasi emas sehingga kalau dihitung, itulah kerugian dua nasabah ini. Belum lagi mereka harus bolak balik mengurus ke kantor BPF agar uangnya kembali,” lanjutnya. Masih menurut Paulus, sapaan akrabnya, ME mengalami kerugian hingga Rp 440 juta ketika mulai mengikuti investasi ini sejak bulan September 2011. Setelah diurus, uang ME hanya dikembalikan Rp 83.620.000. ”Berarti ada uang yang belum dikembalikan Rp 356.380.000. Ini yang dituntut perdata,” ungkapnya. Dari sinilah, ME lantas menggugat perdata materiil sebesar Rp 1.000.232.316 dan immateriil Rp 10 miliar dengan nomor perkara 49/PDTG/2013/PN.MLG/19 Maret 2013.
Sedangkan RA yang kemarin juga hadir di PN Kota Malang untuk memasukkan surat gugatan itu, mengalami kerugian lebih besar. Mencapai Rp 659 juta dalam beberapa tahap sejak mengikuti bulan April 2012. ”BPF sudah salah karena menjalankan sendiri transaksi tanpa ada perintah tertulis dari nasabah hingga menyebabkan kerugian cukup besar kepada klien kami bernama RA,” papar pria ini. Hampir sama dengan ME, nasabah berjilbab itu mengajukan gugatan perdata materiil sebesar Rp 1.054.505.600 dan immateriil sebesar Rp 10 miliar dengan nomor perkara 50/PDTG/2013/PN.MLG/19 Maret 2013. Dikatakan Paulus, setelah dua gugatan perdata terhadap BPF ini diterima PN Kota Malang, akan menyusul gugatan perdata beberapa nasabah lainnya. Seperti diketahui, nasabah yang tergabung dalam Aliansi Korban BPF mengancam akan menggugat balik BPF karena dianggap sudah merugikan mereka hingga Rp 14,5 miliar. Mereka juga melaporkan tindakan penipuan dana nasabah ini ke Satreskrim Polres Malang Kota secara bertahap. Hingga kemarin, total nasabah yang sudah melapor ke polisi mencapai 17 orang. (mar)