Isi Bensin, Pencuri Motor Dibekuk

TANGKAP : Poniran dijaga seorang petugas bersama barang buktinya.

BANTUR-  Pencurian sepeda motor (curanmor) yang sempat marak di Kabupaten Malang, mulai dapat diungkap jajaran kepolisian. Kemarin, Poniran, warga Dusun Sengon, Desa Pringgodani, Bantur, diringkus anggota Buru Sergap (Buser) Satreskrim Polres Malang. Pria berusia 30 tahun ini, diketahui memiliki jaringan curanmor. Bahkan, dia dan komplotannya melakukan pencurian di tiga lokasi. Saat ditangkap, petugas mengamankan satu buah motor merek Honda GL Pro, E 6407 LA. “Tersangka beserta barang buktinya, saat ini sudah diamankan di Mapolres Malang untuk dilakukan pengembangan,” ungkap Kasatreskrim Polres Malang, AKP Decky Hermansyah. Dia menjelaskan, keberhasilan petugas menangkap tersangka, berkat penyelidikan yang dilakukan tim Buser Polres Malang.
Lebih lanjut Decky menjelaskan, tersangka ditangkap di jalan raya sekitar Kecamatan Gedangan. “Saat itu tersangka sedang membeli bensin, dan langsung ditangkap oleh anggota kami. Saat dilakukan pemeriksaan, tersangka tak bisa mengelak dengan pencurian itu,“ bebernya. Menurut perwira yang pernah menjabat Kasatreskrim Polres Malang Kota ini, Poniran kali pertama melakukan pencurian motor di area persawahan Dusun Padi, Desa Talangsuko, Turen. Di tempat itu, tersangka bersama kawanannya, mencuri Honda GL Pro, E 6407 LA.  Sepeda motor itu, diketahui milik Haryanto, 30 tahun, warga Desa Sukolilo, Wajak, pada 16 Februari 2013 lalu. “Sedangkan dua Tempat Kejadian Perkara (TKP) curanmor lainnya, dilakukan oleh tersangka di Pasar Bantur dan juga area persawahan Desa Tangkil, Tirtoyudo. Didua tempat itu pelaku menyikat Yamaha Jupiter,“ ungkapnya.
Sementara itu menurut pengakuan tersangka, saat menjalankan aksinya dia bersama seorang temannya berinisal HR, yang saat ini masih buron. “Saya hanya mengemudikan sepeda motor HR serta mengantarkannya, saat melakukan aksi pencurian itu. Yang mengeksekusi ya HR itu,“ ungkap Poniran. Dia menambahkan, hasil penjualan Jupiter yang berhasil dijual oleh HR, tersangka mendapatkan imbalan sebesar Rp. 400.000. “Uangnya saya buat untuk biaya pemakaman ibu mertua saya, Sedangkan oleh HR, saya juga dititipi Honda GL pro ini. Katanya kalau laku, saya juga diberi uang Rp. 400.000 lagi,“ tandasnya. (big/mar)