Lima Bocah Bobol Sekolah

WAGIR – Ironis, lima bocah yang usianya masih di bawah umur terlibat kasus pencurian. Kelimanya yang merupakan satu komplotan ini, melakukan pembobolan dua sekolahan di wilayah Kabupaten Malang. Akibat perbuatannya itu, kelimanya harus berurusan dengan polisi.
Kelima bocah tersebut masing-masing bernisial Ry, 14 tahun, SW, 13 tahun, FS, 13 tahun, RK, 12 tahun dan TS, 12 tahun. Mereka semuanya berasal dari Kecamatan Wagir. RY, SW dan RK masih berstatus pelajar kelas VI salah satu SD Negeri di Wagir. FS siswa kelas VIII salah satu SMP Negeri di Wagir. Dan TS masih kelas V SD.
“Mengingat usia mereka masih anak-anak, kelimanya tidak kami lakukan penahanan. Mereka hanya kami wajibkan untuk lapor setiap Senin dan Kamis. Namun untuk proses hukumnya tetap lanjut, dan mereka kami jerat dengan pasal 363 KUHP,” ungkap Kasubag Humas Polres Malang Kota, Ipda Soleh Masudi.
Informasi yang diperoleh, kelima bocah ini terlibat pencurian di dua lokasi. Pertama di SMP Iskandar Muda, Wagir, pada Nopember 2012 lalu. Sebelum beraksi mencuri, mereka terlebih dahulu bermain sepak bola. Setelah usai bermain bola, RY yang mempunyai ide mencuri, lalu mengajak SW dan FS untuk mencuri. Dengan menggunakan alat obeng yang dibawa dari rumah, mereka lalu menjebol pintu ruang tata usaha (TU).
Di dalam ruang TU itu, mereka mengambil beberapa barang. Diantaranya laptop merek Acer, LCD proyektor, kamera digital, speaker aktif serta modem. Barang-barang tersebut kemudian dititipkan di rumah nenek RY.
Sedangkan pencurian kedua dilakukan pada Januari lalu di SDN Parangargo. Di SD ini lima pelaku terlibat semuanya. Modus yang dilakukan sama, yaitu mereka terlebih dahulu bermain sepakbola. Setelah usai bermain bola sampai sore hari, karena tidak ada petugas jaga, pelaku dengan leluasa beraksi mencuri.
Mereka masuk dengan merusak kawat ram dari kantin sekolah, yang kemudian masuk ke ruang kelas III, lalu menuju ruang kelas II yang tersambung dengan ruang computer. Begitu berada di ruang computer, kelimanya lalu mengambil satu unit computer yang kemudian dititipkan di rumah temannya.
Sementara itu, terungkapnya aksi pencurian ini bermula dari laporan kedua pihak sekolah ke Polres Malang. Berdasarkan laporan itu petugas lalu melakukan penyelidikan. Begitu mendapat petunjuk bahwa pelakunya adalah kelima anak-anak itu, tanpa kesulitan petugas langsung menangkap mereka.(agp/jon)