‘Kalau Ngawur Tembak Mati’

AKBP Teddy Minahasa

MALANG-Kapolres Malang Kota AKBP Teddy Minahasa, akan bertindak tegas terhadap makin tingginya kasus penjahat jalanan, seperti penjambretan maupun perampasan motor yang terjadi di Kota Malang. Perwira dengan dua melati ini, menginstruksikan untuk tembak mati pelaku jika memang tindakannya sudah sangat ngawur dan meresahkan masyarakat. Pernyataan itu disampaikan siang kemarin usai penandatanganan kesepahaman dengan Persi di RSSA Malang.
"Pasti, kalau memang sudah ngawur akan saya tembak mati. Dan akan saya kasih bonus bagi anggota yang bisa menembak perampok itu," tegas Teddy Minahasa.
Menurutnya, langkah tersebut terpaksa dilakukan karena jangan sampai pertumbuhan penjahat jalanan itu melaju lebih dipesat. Dibandingkan dengan upaya polisi yang terus berusaha untuk menekan angka kejahatan dan mengamankan Kota Malang.
Untuk antisipasi, orang nomor satu di Polres Malang Kota ini mengatakan ada beberapa langkah yang akan dilakukan untuk mencegah dan menekan tindak kejahatan tersebut.
‘’Selain dengan terus melakukan patroli rutin, saya juga ada beberapa jurus untuk mencegahnya,’’ ungkap Teddy.
Terkait dengan tingginya pencurian sepeda motor, Teddy menjelaskan bahwa untuk mencegah curanmor itu bukan hanya tugas dan dan tanggungjawab polisi saja. Karena dalam hal keamanan polisi hanya berada di depan saja. Tetapi peran serta masyarakat umum di Kota Malang juga sangat penting.
‘’Polisi itu populasi yang sangat kecil dibandingan dengan populasi masyarakat di Malang. Sekarang kalau kita telaah penyebab terjadinya curanmor meningkat itu karena apa? Karena pemilik kendaraan tidak pernah amankan sepeda motornya. Misal parkir sembarangan dengan tidak dikunci ganda," terangnya.
Selain itu, lanjutnya produksi otomotif ini berperan besar dengan melakukan sistem scurity yang ketat. Seperti motor-motor produk Eropa, ketika kunci dibuka paksa maka dengan otomatis kendaraan tersebut langsung terkunci.
"Tidak hanya itu, sekarang orang mendapatkan motor secara kredit sangat mudah. Dengan DP 0 persen, orang sudah bisa mendapatkan motor. Padahal secara tidak langsung ini sangat berpengaruh dan membuat orang seenaknya menaruh motornya. Tetapi yang terpenting untuk mengantisipasi serta mencegah terjadinya curanmor, peran masyarakat sangat dibutuhkan dalam menjaga kendaraannya," jelasnya.(agp/jon)