Dua Pemuda Pakis Dimassa

BABAK BELUR: Kedua tersangka pembobolan SDN 3 Asrikaton Pakis yang babak belur dimassa.

Mencuri di Sekolah, Tertangkap Warga
PAKIS–Dua pemuda asal Desa Asrikaton, Kecamatan Pakis, Senin malam lalu menjadi bulan-bulanan warga desanya. Keduanya dijadikan pelampiasan amarah warga setelah tertangkap tangan mencuri barang-barang di SDN 3 Asrikaton Pakis. Begitu kondisinya babak belur, bersama barang bukti mereka langsung diserahkan ke Mapolsek Pakis.
Kedua tersangka tersebut adalah Sutikno, 26 tahun, warga Dusun Urek-urek, RT03 RW03 dan Muhammad Fauzi alias Samsul Arif, 23 tahun, warga Dusun Krajan, RT02 RW01. Sedangkan barang bukti yang diamankan, yakni dua keyboard, satu tabung LPG 3 kilogram, satu buah golok, peralatan drum band serta sepeda motor Yamaha Mio Nopol N 2681 ER yang dijadikan sarana beraksi.
“Khusus untuk barang bukti sepeda motor itu, kami temukan di tengah makam umum yang berjarak sekitar 100 meter dari TKP pencurian. Sedangkan untuk barang bukti lainnya kami amankan bersamaan dengan tersangka,” ungkap Kapolsek Pakis, AKP Gatot Setiawan.
Diperoleh keterangan, aksi pencurian tersebut terjadi sekitar pukul 23.00. Sebelum mencuri, malam itu Sutikno mengajak Samsul Arif untuk ketemuan. Setelah bertemu, Sutikno mengutarakan kalau dirinya tidak punya uang dan ingin pinjam pada Samsul Arif.
Tetapi karena Samsul juga tidak mempunyai uang, akhirnya Sutikno mengajak Samsul untuk mencuri di SDN 3 Asrikaton. Begitu ajakan diiyakan, dengan berboncengan sepeda motor keduanya menuju lokasi. Namun jarak sekitar 100 meter sebelum lokasi, mereka berhenti untuk menyembunyikan sepeda motor di tengah makam.
Keduanya melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki menuju belakang sekolah. Setiba di belakang sekolah, dengan menggunakan sebilah golok yang dibawa dari rumah, mereka mencongkel jendela yang selanjutnya masuk ke dalam ruangan dan mencuri barang-barang.
Namun apesnya, ternyata aksi pencurian itu diketahui oleh salah satu warga sekitar. Saksi yang melihat ada pencuri masuk ke dalam sekolah, lantas memberitahu kepada warga sekitar. Selanjutnya dengan membawa pentungan warga mengepung sekolah dan menggrebek kedua tersangka yang bersembunyi di ruang gudang.
Meski sempat minta ampun, warga yang terlanjut emosi tetap memukulinya ramai-ramai. Apalagi, beberapa bulan sebelumnya sekolah tersebut juga pernah kemalingan. “Kami mencuri karena kepepet tidak punya uang,” tutur kedua tersangka yang sama-sama pernah dua kali masuk penjara ini.(agp/jon)