Keterangan Simpang Siur, Terancam Ditangkap

Malang Post  - Seluruh saksi kasus dugaan korupsi pengadaan alat-alat FMIPA Universitas Malang (UM), hampir dipastikan bakal hadir di persidangan lanjutan. Apalagi keterangan para saksi, banyak yang simpang siurnya.
‘’Kami sudah minta majelis hakim dan majelis juga sudah minta JPU (Jaksa Penuntut Umum) untuk menghadirkan semuanya. Ini cukup melegakan,’’ tandas Sudiman Sidabuke, Kuasa Hukum Abdullah Fuad dan Sutoyo, terdakwa kasus FMIPA kepada Malang Post di kantornya, kemarin siang.
Seperti diberitakan diharian ini sebelumnya (MP, 19/03) Prof Dr Suparno, Rektor UM, akhirnya bersaksi di saing lanjutan dugaan kasus korupsi Rp 14,6 miliar di FMIPA. Semula kehadiran Suparno bisa memperjelas perkara yang sedang sidangkan. Nyatanya, Suparno justru banyak memberi keterangan berbeda dengan saksi-saksi sebelumnya.
Sementara itu saksi-saksi yang akan dihadirkan pada sidang yang dijadwalkan Senin (25/3) mendatang, Rosalina Mindo Manulang, Yulainis dan Clara Maureen (direksi PT Afindo), Subur Triyono (anggota FPD DPRD Kota Malang) serta Suparno dan Ahmad Rofi’uddin (rektor dan purek II UM).
Dikatakan Sidabuke,  ketidakcocokan kesaksian para saksi yang dihadirkan selama persidangan, semakin memperjelas posisi kliennya kalau tidak bersalah. Karena, aliran uang keuntungan 40 persen dari tender senilai Rp 49,5 miliar tidak menyentuh kliennya sama sekali.
Sebagai bukti, pengacara Batak ini menyebut, kesaksian Clara (staf marketing PT Anugerah Nusantara afiliasi PT Alfindo) bahwa Abdullah Fuad telah menerima Rp 25 juta di Jakarta. Keterangan Clara itu langsung dimentahkan Abdullah Fuad ketika diberi kesempatan majelis hakim Antonius Simbolon.
‘’Tidak itu saja. Banyak aliran uang yang diminta Clara untuk orang-orang yang disebutkan ternyata tidak sampai ke tangan calon penerima. Lalu kemana uangnya? Jangan-jangan dipakai sendiri sama Clara,’’ paparnya.
Menurut dia, jika seluruh saksi-saksi di sidang lanjutan dikonfrontir dan ternyata Clara berbohong, maka pihaknya akan minta majelis hakim untuk menangkap Clara saat sidang berlangsung. Sebab, karena perbuatan dialah maka tiga dosen UM saat ini duduk sebagai pesakitan.
‘’Kita akan minta langsung tangkap dia (Clara). Dengan tuduhan apa, pertama memberi kesaksian palsu di bawah sumpah dan mengakibatkan negara rugi miliran rupiah dalam pengadaan alat-alat FMIPA,’’ tandasnya.
Ditambahkan dia, semua pihak diminta menghormati panggilan yang dilayangkan JPU agar mau hadir di sidang lanjutan nanti. Sebab, hanya dengan cara inilah maka nama baik UM khususnya dunia pendidikan di Malang akan segera dipulihkan di benak masyarakat.
‘’Kalau memang tidak merasa bersalah hadirlah. Buat apa menunda-nunda masalah kalau hanya mempersulit diri sendiri. Semua pihak di persidangan ingin agar masalah ini segera selesai dan nama besar UM bisa segera kembali,’’ harap pengacara gaek ini. (has)