Penggendam Gentayangan di RSSA Malang

MALANG – Pengunjung RSSA Malang, diharapkan lebih waspada. Pelaku gendam berkeliaran di rumah sakit yang berada di Jalan Jaksa Agung Suprapto Malang itu. Selasmini, 83 tahun, warga Jalan Dr Cipto VII, Desa Bedali, Lawang ini yang sudah menjadi korbannya. Perhiasan emas senilai sekitar Rp 18 juta miliknya, raib dibawa kabur pelaku. Kasus penipuan dengan modus gendam itu sendiri, Rabu (20/30 siang oleh korban langsung dilaporkan ke petugas Polres Malang Kota. Menurut keterangan korban kepada petugas, gendam itu terjadi sekitar pukul 10.00. Pelakunya diketahui berjumlah lima orang. Tiga orang laki-laki dan dua lainnya perempuan. Pagi itu korban datang ke RSSA Malang untuk cek kesehatan di Laboratorium Medis Askes di lantai II. Ketika korban sedang duduk di ruang tunggu, korban didatangi seorang perempuan yang langsung duduk di sebelah kanan korban. Perempuan tadi bertanya apa korban mengantuk. Korban pun menjawab iya.
Setelah itu tak lama kemudian, datang lagi seorang laki-laki lalu duduk di sebelah kiri korban. Laki-laki tersebut bertanya apa korban sedang sakit. Dia lalu mengatakan kalau penyakit korban sulit untuk disembuhkan. Selanjutnya laki-laki itu menawarkan akan membantu penyakit korban sembari memberi dua botol air mineral. Tak lama kemudian, korban diajak turun ke lantai I. Pada saat di lantai I ini, pelaku meminta korban untuk melepas semua perhiasan yang dipakai dengan alasan kalau korban ingin sembuh. Mulai dari dua gelang seberat 40 gram, kalung liontin seberat 15 gram. Tiga cincin seberat 10 gram dan anting-anting seberat 3 gram. Perhiasan itu lalu dimasukkan ke dalam kaos. Dan selanjutnya korban diajak ke kantin RSSA.
Di kantin tersebut, korban disuruh memasukkan perhiasan ke dalam amplop putih. Kemudian amplop tersebut dimasukkan ke dalam kain putih yang selanjutnya diberikan oleh korban. Setelah itu korban yang terlihat seperti orang linglung diminta untuk pulang. Korban baru menyadari telah menjadi korban gendam setelah sampai rumah. Itu setelah korban membuka kain putih itu, yang ternyata hanya berisi kue serta uang receh (logam) pecahan Rp 200 dan Rp 500 sebanyak 33 dengan total Rp 3.600. Darisitu diantarkan dua anak perempuannya, melapor ke Polres Malang Kota. (agp/mar)