Siswi SMP JS Kalipare Raib

HILANG : Sumiati menunjukkan foto Erva Indriani yang hilang.

KALIPARE-  Seorang gadis asal Dusun Krajan RT 05 RW 01, Desa Putukrejo, Kalipare hilang. Erva Indriani, 15 tahun, anak pasangan Sumiati 50 tahun dan Suwondo 55 tahun, diduga menjadi korban eksplotasi. Kejadian itu sudah dilaporkan Sumiati, ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Malang, kemarin. Usai laporan Sumiati menjelaskan, anak kesayangannya itu diketahui hilang sejak (6/3) lalu sekitar pukul 13.00. “Dia saat itu pamit keluar ke rumah temannya sebentar, menggunakan sepeda motor. Tetapi setelah ditunggu sampai Maghrib, tidak pulang juga,“ ujarnya. Setelah diketahui hilang itu, tiba-tiba Indri, panggilannya yang masih duduk di bangku sekolah SMP Jenderal Sudirman (SMP JS) Kalipare ini, mengirimkan SMS ke adiknya yang bernama Putri, 12 tahun. “Isi SMSnya, saya disuruh mengambil sepeda motor di Terminal Karangkates,“ kata Sumiati.
Dia pun diantar bersama kerabat lainnya malam itu juga mendatangi Terminal Kalipare. Sepeda motor Honda Supra 125 X yang dibawa Indri memang ada di parkiran. Namun anaknya tak ada di tempat itu. Sejak SMS itu, Indri tak pernah lagi mengabari ataupun menghubungi keluarganya. Diduga, Indri menjadi korban eksplotasi anak di bawah umur. Menurut hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Lembaga Perlindungan Konsumen Nasional (LPKSN) Kabupaten Malang, LBH tempat Sumiati mengadu, diketahui Indri pernah diperkerjakan oleh pasangan suami istri (Pasutri) berinisal Y dan S  ke Kota Surabaya. “Y dan S ini, masih ada hubungan kerabat dengan Sumiati, klien kami. Awal bulan Januari lalu, Indri pernah dititipkan ke Y dan S ini. Akan tetapi saat mau dijemput, mereka malah berbelit. Kemudian setelah kami selidiki, Indri dipekerjakan ke Kota Surabaya,” ujar Martono, Pimpinan LPKSN Kabupaten Malang, di tempat yang sama.
Lebih lanjut dia menjelaskan, saat itu masalah tersebut sudah dapat terselesaikan dengan dikembalikannya Indri ke rumah Sumiati, berkat musyawarah yang dilakukan oleh perangkat Desa Putukrejo.
Y dan S yang diketahui juga warga Desa Putukrejo, meminta maaf atas kejadian itu, serta berjani tak akan mengulanginya lagi. Kejadian hilangnya Indri kali ini, orang tua korban mendunga lagi-lagi perbuatan Y dan S. “Saat Y dan S kami tanya, mereka tak mengakuinya. Tapi, indikasi mereka mengulangi perbuatan itu ada. Untuk itu, kami melaporkan kejadian ini ke unit PPA Polres Malang, supaya Y dan S itu diperiksa,” kata Martono. Dia melanjutkan, belakangan ini banyak kasus eksploitasi anak dibawah umur dan perdagangan manusia yang meresahkan. Hal itu juga sangat dikhawatirkan oleh Sumiati, yang takutnya menimpa anak kesayangannya itu. (big/mar)