Satu Motor Dirampas Lagi

MALANG– Lagi-lagi, polisi dipusingkan dengan kasus perampasan motor di wilayah Kedungkandang. Rabu (20/3) pagi, satu motor kembali dirampas penjahat jalanan. Kali ini menimpa Anti Prasetyo Wahyuni, 26 tahun, warga Desa Sumber Kradenan, Pakis. Motor Honda Beat, N 4285 GI miliknya dirampas dua pelaku saat melintas di Temboro, Cemorokandang – Kedungkandang, pukul 05.00. Korban yang bekerja sebagai penjual sayur inipun melaporkan peristiwa yang menimpanya ini ke Mapolsekta Kedungkandang.  ”Pelakunya kami selidiki. Dari keterangan korban pelakunya dua orang,” ungkap Kapolsekta Kedungkandang, Kompol Sutiono.
Informasi yang dihimpun Malang Post, peristiwa perampasan motor itu terjadi sekitar pukul 05.00.  Seorang diri, korban mengendarai motornya berniat berangkat jualan ke Kota Malang.
Ketika melintas di area persawahan yang kondisinya sepi, tepatnya dekat Perumahan Casablanca, korban mengaku merasa dibuntuti dua pelaku berboncengan sepeda motor. Menurut korban kepada petugas, dua laki-laki yang mempersenjatai aksinya dengan celurit itu, berusaha menyalip dan memotong laju motornya. ”Saya sadar akan menjadi korban kejahatan, berhenti dan berusaha balik kanan,” ujarnya kepada petugas.
Namun apes bagi dia. Karena panik, motor yang dikendarainya justru terperosok ke dalam parit. Masih terburu-buru, dia berusaha menarik motornya. Namun wanita ini kalah cepat. Dari belakang, tubuhnya dibekap salah satu pelaku sembari mengacungkan celurit dan mengancam akan melukainya kalau melawan. Sadar nyawanya terancam, dia lalu diam dan hanya pasrah melihat pelaku lainnya menstater motornya dan membawa pergi bersama pengancamnya ke arah Timur.  Tak lama setelah pelaku pergi, korban lantas meminta pertolongan warga sekitar untuk diantar ke Mapolsekta Kedungkandang.
Kasus ini menambah daftar panjang korban perampasan motor di daerah Kedungkandang. Bahkan, Kapolres Malang Kota, AKBP Teddy Minahasa Putra mengancam akan melakukan tindakan tegas kepada pelakunya. ”Kalau memang sudah ngawur akan saya tembak mati. Dan akan saya kasih bonus bagi anggota yang bisa menembak perampok itu," tegas dia dua hari lalu. Menurutnya, langkah tersebut terpaksa dilakukan karena jangan sampai pertumbuhan penjahat jalanan itu melaju lebih dipesat. (agp/mar)