Razia Pekat Sikat Truk Kayu

DIAMANKAN : Truk kayu yang diamankan hasil operasi.

KEPANJEN-  Polres Malang kembali menggalakkan razia penyakit masyarakat (pekat). Sejumlah anggota Sabhara, melakukan razia di tempat-tempat hiburan malam dan ruas jalan yang ada di Kepanjen. Hasilnya, petugas berhasil menjaring enam pemuda anak Punk tanpa identitas serta satu truk bermuatan kayu tanpa yang juga tanpa dilengkapi dengan dokumen resmi. “Mulai hari ini (kemarin) kami menggalakan razia pekat. Kami akan menertibkan Senjata Tajam (sajam), KTP, Miras dan razia tempat hiburan malam. Serta melakukan penggeledahan dan menertibkannya,“ ujar Kasubag Humas Polres Malang, Ipda Sholeh Mas’udi.
Razia pekat itu bertujuan untuk semakin mengkondusifkan wilayah hukum Polres Malang, dari gangguan penyakit masyarakat. Sekaligus menekan lebih rendah lagi tindak pidana kejahatan. Terlebih seperti belakangan ini, tidakan asusila serta pembawa sajam tanpa diserai surat izin sedang marak. Hasilnya, satu buah truk bermuatan kayu tanpa dilengkapi dokumen, dilimpahkan ke Satreskrim Polres Malang. “Saat kami razia di Jalur Lintas Barat (Jalibar), kami mendapati truk bermuatan kayu, yang telah ditinggalkan pengemudinya,“ ungkap Mas’udi.
“Kasus ini, kami langsung limpahkan ke Satreskrim Malang guna dilakukan penyelidikan siapa pemilik truk ini. Diduga, kayu-kayu tersebutm juga hasil ilegall logging,“ tambah pria murah senyum ini. Dia mennungkapkan, ditemukannya truk itu sekitar pukul 21.00 kemarin, saat sejumlah anggota Sabhara melakukan razia pekat. Setelah diperiksa tak ada pemiliknya, kemudian petugas menderk truk AD 5326 UP ke Mapolres Malang. Selain mengamankan truk bermuatan kayu itu, anggota Shabara juga menjaring enam anak punk tanpa identitas di berbagai ruas jalan di Kepanjen. Kemudian keenam anak punk itu dijebloskan ke dalam sel Gakumdu Polres Malang. (big/mar)