Melawan, Dua Perampok Ditembak

DITEMBAK : Polres Pasuruan terpaksa menembak kaki perampok karena melawan.
PASURUAN- Tim Anti Bandit Polres Pasuruan berhasil melumpuhkan dua orang perampok dengan timah panas. Kedua tersangka terpaksa ditembak kaki kanannya lantaran berupaya melawan petugas, ketika ditangkap di rumahnya masing-masing. Kedua tersangka ini adalah Muhammad Nijar, 40 tahun dan Taufik, 24 tahun. Mereka merupakan warga Desa Sibon, Kecamatan Pasrepan, Pasuruan. Dari tangan kedua tersangka tersebut, polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti dari aksi kejahatan mereka. Yakni empat buah pedang, satu unit sepeda motor Yamaha Xeon, dua buah penutup kepala (sebo), STNK mobil, satu buah lampu senter, satu buah magicom (alat menanak nasi), dan dua buah sarung serta uang tunai senilai Rp 300.000. ”Kedua orang tersangka ini sudah positif terlibat perampokan. Kita masih kembangkan terhadap empat pelaku lainnya yang masih DPO,” jelas Kasatreskrim Polres Pasuruan, AKP Supriyono, kepada wartawan kemarin. Sebelumnya, kata Supriyono, kedua tersangka bersama empat kawannya nekat merampok rumah H Maksum, 55 tahun, warga Dusun Clumpring, Desa Ngantungan, Kecamatan Pasrepan.
Dalam aksinya para perampok berhasil memasuki rumah korban setelah mencukit pintu rumah dengan linggis. Setelah di dalam rumah korban, para perampok ini kemudian mengancam korban dan keluarganya dengan pedang dan juga bondet (bom ikan), jika tak mau menyerahkan harta bendanya. Para perampok tersebut kemudian kabur, setelah berhasil menguras harta benda korban. Harta korban yang dikuras para perampok tersebut diantaranya adalah dua motor Honda Supra X, sebuah TV, anting emas 4 gram, tiga keris, dua HP, lima BPKB motor dan mobil, satu buah magicom dan uang tunai Rp 1,2 jutaan. "Kita juga menangkap satu orang lagi yang tengah kita kembangkan. Saat kita geledah rumahnya terdapat bondet,” pungkas dia. (bj/mar)