Pengusaha Rokok Polisikan BPR Anugerah Kusuma

SEGEL : Satreskrim Polres Malang menyegel rumah Henni Kusuma Wijayanti, karyawan BPR Anugerah Kusuma Singosari.

KEPANJEN- Sinto Anggoro, 65 tahun, warga Jalan Kawi RT01 RW01, Cepokomulyo, Kepanjen, mempolisikan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Anugerah Kusuma. Dia menuding, BPR yang berkantor di Jalan Singosari ini menggelapkan uang deposito miliknya sebesar Rp 717,5 juta. Bahkan, dengan tegas, pengusaha rokok itu menegaskan, BPR tersebut telah melakukan persekongkolan dengan seorang karyawannya, Heni Kusuma Wijayanti. “Dia yang mencairkan deposito saya dengan tanda tangan palsu. Bisa jadi dia disuruh oleh pimpinannya yang bernama Iwa Hermawan,“ katanya.
Dipaparkannya, awal mula dia mengikuti program deposito di BPR tersebut tahun 2001 lalu. “Awalnya masih Rp 100 juta. Namun, setelah saya lihat tidak ada masalah, dana deposito itu saya tambah lagi hingga Rp 717,5 juta,” ungkap dia. Sebenarnya, menurut Sinto, dia mulai curiga tahun 2010 lalu. Diketahuinya, BPR Anugerah Kusuma memiliki masalah dengan beberapa nasabahnya karena dana deposito tak bisa dicairkan ataupun diambil. Namun, ketika itu, manajemen BPR menyelesaikan dengan cara kekeluargaan dan mengganti uang para nasabah. Awal tahun 2013, dia kembali curiga ada yang tidak beres.
Sinto tak menerima bunga dari deposito yang ia investasikan. “Saya berusaha mengambil uang saya dari BPR itu bulan Februari 2013.  Ternyata, menurut pihak BPR, uang deposito saya sudah dicairkan. Padahal saya merasa belum pernah mencairkan sama sekali,“ kata pria berkacamata ini. Dia pun melaporkan dugaan penggelapan itu ke Satreskrim Polres Malang, dengan alasan tak mendapatkan jawaban yang memuaskan dari pihak BPR Anugerah Kusuma. “Mereka telah melakukan tindak kejahatan perbankan. Saya lihat, korbannya tidak hanya saya, tapi masih banyak. hanya saja tak mau melapor. Mungkin kalau ditotal, bisa mencapai Rp 3 miliar,” ujarnya.

Belum Diperiksa, Sita Rumah Henni
TAK mau kalah dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), penyidik Satreskrim Polres Malang juga langsung memburu aset-aset milik Henni Kusuma Wijayanti. Padahal, Sinto baru melaporkan masalah dugaan penggelapan dana deposito itu, Jumat (22/3). Tanpa menunggu proses pemeriksaan terhadap Henni, penyidik Satreskrim dipimpin Kanit Idik IV, Ipda Sutiyo memasang police line di pagar rumah Henni yang terletak di Jalan Punten 33, Cepokomulyo, Kepanjen kemarin siang. Informasi yang didapat, karyawan administrasi BPR Anugerah Kusuma itu disebut-sebut menjadi otak penggelapan deposito milik Sinto.
Selain memasang police line, polisi juga menyegel rumah tersebut dengan tulisan : “Tanah dan bangunan rumah ini dalam pengawasan penyidik Polres Malang”. Usai menyegel rumah mewah yang terlihat tak berpenghuni itu, penyidik Polres Malang langsung bergegas meninggalkan lokasi. Tak diperoleh keterangan dari kepolisian mengenai penyegelan rumah itu. Seluruh anggota penyidik Polres Malang, enggan berkomentar terkait penyegelan rumah itu. Kasatreskrim Polres Malang, AKP Decky Hermanysah, juga menolak memberikan komentar detil. “Masih belum jelas kasusnya,“ jawabnya sambil berlalu. (big/mar)