Malang Post

Banner
You are here: Kriminal Tak Sangka, Dilaporkan oleh Anggoro

Tak Sangka, Dilaporkan oleh Anggoro

Share
SINGOSARI- Direktur PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Anugerah Kusuma, Iwan Hermawan Ismail, tak menyangka bank yang dipimpinnya dilaporkan oleh Sinto Anggoro, terkait kasus dugaan penggelapan deposito sebesar Rp 717.500.000. Menurut Iwan, sebenarnya persoalan ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan.
 “Kami fihak bank bersama Anggoro sudah sepakat untuk menyelesaikan masalah ini dengan cara baik-baik atau kekeluargaan,“ kata Iwan kepada Malang Post kemarin. Cara kekeluargaan yang dia maksud adalah, mencari serta mengamankan keberadaan karyawan baigan administrasi di banknya, Henni Kusuma Wijayanti, warga Jalan Punten No 55 (Bukan No 33, seperti diberitakan sebelumnya), Cepokomulyo, Kepanjen.
Lantaran diketahui Henni yang menjadi otak penggelapan dana deposito milik Anggoro. Bahkan Iwan menangkap sendiri serta membawa Henni ke petugas kepolisian. “Saya kaget, Sinto kok malah melaporkan bank saya. Lah pelakunya Henni, sudah diamankan di Polres Malang,” ujarnya terheran-heran.
Dia menceritakan, usai Anggoro mengadukan masalah itu ke banknya awal bulan Februari lalu, Henni tiba-tiba menghilang begitu saja. Otomatis membuatnya mencari keberadaan karyawan yang bekerja di kantornya sejak tahun 1996 silam. Akhirnya dia mendapat informasi, bahwa Henni berada di BCA Basuki Rahmat, Kota Malang.
“Saya menangkap Henny hari Kamis (21/3), kemudian langsung saya bawa ke penyidik Polres Malang. Keesokan harinya, saya malah kaget diberitahu penyidik, bahwa Sinto malah melaporkan balik bank saya,“ bebernya. Dia yang juga mengaku kesal atas ulah yang diperbuat oleh Henni, yang tega menggelapkan uang nasabah.
Lebih lanjut Iwan menyatakan, bahwa baru kali ini karyawannya itu melakukan penggelapan uang nasabah. “Selama ini, Henni itu orangnya santun, baik-baik, rajin sholat dan tak pernah bermasalah di tempat kerja. Jujur saya kaget kok tega dia bisa melakukan hal seperti itu,“ ucapnya.
Dia mengakui, hingga saat ini belum tahu aliran dana deposito Anggoro yang digelapkan oleh Henni. Dia lebih memilih menunggu serta menyerahkan sepenuhnya hasil penyidikan yang dilakukan oleh kepolisian. “Saya tegaskan sekali lagi, bank tak pernah sama sekali bersekongkol dengan Henni terkait kasus ini,“ tegasnya.
“Kalau kami bersekongkol, mengapa malah bisa menangkap dan membawa Henni ke kepolisian,“ tambahnya. Sedangkan Terkait dengan pengakuan Anggoro yang tak pernah melakukan tanda tangan pencairan dana deposito, dia siap melakukan konfrontir dihadapan penyidik. (big)   

comments

This content has been locked. You can no longer post any comment.