Sinto Bakal Gugat BPR Anugerah Kusuma

Sinto Anggoro

KEPANJEN- Sinto Anggoro, korban penggelapan deposito BPR Anugerah Kusuma bergerak cepat untuk menuntaskan kasus yang menimpanya. Warga Jalan Kawi RT01 RW01, Cepokomulyo, Kepanjen ini,  kemarin ke Kota Malang, menemui salah seorang pengacara untuk menyelesaikan permasalahannya itu. “Saya masih pergi ke Kota Malang untuk rapat perusahaan,” ujar Sinto saat dihubungi Malang Post kemarin. Dia mengaku belum menunjuk pengacara terkait kasusnya. “Mungkin dalam waktu dekat sudah saya tentukan. Karena saya masih menunggu perkembangan dari penyidik Polres Malang,“ ujarnya. Namun, dia menyiratkan akan membawa permasalahan ini ke Pengadialn Negeri (PN) Kabupaten Malang untuk digugat secara perdata.
“Bisa jadi saya melakukan gugatan perdata. Tapi sekali lagi saya tegaskan, saya masih menunggu perkembangan terakhir dari penyidik kepolisian,“ ujar pengusaha ini. Sementara itu, salah satu pengamat hukum, Gunadi Handoko SH, MM, Mhum, ikut angkat bicara terkait kasus ini. Dia mengatakan bahwa perbuatan Direktur BPR Anugerah Kusuma, Iwan Hermawan Ismail yang melempar kesalahan pada anak buahnya,  Henni Kusuma Wijayanti tak dibenarkan. Menurutnya, direktur atau pimpinan bertanggung jawab penuh atas hilangnya dana deposito nasabah itu. Meski yang diketahui menggelapkan adalah karyawannya sendiri. “Pihak bank tetap harus mengganti seluruh dana nasabahnya yang hilang. Karena nasabah, tahunya menyimpan depositonya itu ke bank, bukan ke petugas administrasi,“ jelas Gunadi,.
Dia sebagai praktisi hukum juga menyampaikan sangat memungkinkan bagi Sinto untuk menggugat secara perdata BPR itu ke pengadilan. “Untuk pidana, mungkin pelaku penggelapannya bisa diproses tanpa melibatkan bank. Hanya saja, keteledoran dari BPR yang menyebabkan nasabahnya rugi secara materiil bisa digugat secara perdata. Nasabah pun bisa meminta ganti rugi,“ bebernya. Sayangnya, disinggung mengenai perkembangan kasus tersebut Kasatreskrim Polres Malang, AKP Decky Hermansyah belum mau mengungkapkannya. “Saya masih sibuk,“ ujarnya. Seperti diketahui, Sinto mempolisikan BPR Anugerah Kusuma di Jalan Singosari karena menggelapkan uang deposito miliknya sebesar Rp 717,5 juta. Bahkan, dia menuding, pihak BPR telah melakukan persengkokolan dalam melakukan kejahatan perbankan.  (big/mar)