Curi Laptop, Wartawan Koran Mingguan Dibogem

DIAMANKAN : Eko Siswanto diamankan satpam dan dibawa ke Mapolsekta Lowokwaru.

MALANG– Kartu pers memang memiliki sebutan kartu sakti, karena memberi keleluasaan meliput berita di daerah yang tak terakses orang biasa. Tapi, lain halnya bila kartu pers dipakai untuk mencuri. Eko Siswanto, 30 tahun, mengaku wartawan Forum Nusantara, tertangkap tangan hendak menggondol laptop milik mahasiswa di musala Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya (UB), siang kemarin. Dia membaur bersama mahasiswa-mahasiswa yang salat di musala tersebut. Namun, pria asal Dusun Gadingsari, Tirtoyudo  tersebut, tidak berniat salat. Saat para mahasiswa menunaikan salat, Eko bergerilya dan menggerayangi tas yang bergeletakkan di area belakang musala.
Saat itu, pria kelahiran 30 Januari 1982 tersebut menyasar sebuah tas yang belakangan diketahui milik mahasiswa asing asal Libya. Berusaha secepat mungkin merogoh tas orang lain, Eko sudah nyangking laptop. Tapi, aksi busuknya terlihat oleh Zamroni, karyawan FIA berada di tempat tersebut.  “Saat itu, Zamroni yang menangkap tangan Eko hendak nyolong laptop,” ujar Kepala Urusan Keamanan UB, Isharyono. Meski sudah ketangkap basah, yang namanya maling tidak akan mengaku. Eko malah sok gagah, sambil mengeluarkan sebuah kartu pers. Di dalam kartu pers tersebut tertulis, Eko adalah Wakil Pimpinan Redaksi Forum Nusantara, koran mingguan terbitan Surabaya. ”Dia sendiri mengaku sebagai Kepala Biro Malang,” ujar Isharyono. Tapi, karena melihat dengan mata kepala sendiri bahwa Eko hendak mencuri, Zamroni yang memergokinya, tidak percaya.
Tanpa tedeng aling-aling, ia langsung teriak maling kepada Eko. Praktis saja, puluhan mahasiswa yang berada di sekitar musala pun langsung mendatanginya. Eko pun jadi sasaran bogem mentah massa. Mendengar ada maling laptop ketangkap, semakin banyak saja mahasiswa yang berdatangan. Pasalnya, sudah banyak kasus pencurian yang terjadi saat waktu salat di FIA UB. ”Kalau jamnya salat, pasti ada saja kasus pencurian barang, itu sudah terjadi berkali-kali, para mahasiswa sudah jengkel dengan ulah maling tersebut,” tandas Isharyono. Eko sendiri diketahui sebagai pelaku di kasus pencurian yang lain. Bahkan, ketika pihak pengamanan kampus sudah menaikkan wartawan ini ke atas sepeda motor untuk dibawa ke Markas Komando Satpam UB, wartawan itu masih dikejar oleh para mahasiswa yang belum puas melancarkan bogem.
Sambil digelandang ke markas satpam, puluhan mahasiswa terus melancarkan pukulan pada Eko. Namun, meski sudah tertangkap tangan hendak menggondol laptop, dia bersikeras tak mencuri. Ia malah menuduh pemilik tas adalah orang yang pernah mencuri kameranya. ”Saya lihat seperti tas orang yang nyolong kamera saya, saya buka saja, mumpung orangnya sedang salat,” ujarnnya.  Ia berkilah, tujuannya ke musala adalah untuk istirahat, di sela-sela kesibukan meliput kegiatan Rektor UB, Yogi Sugito. Tapi, pengakuannya berubah lagi. Ketika ditanya lagi saat hendak digelandang oleh mobil polisi, Eko malah mengaku tak memegang laptop. ”Saya cuma menggeser tas itu saja,” kilahnya. Setelah diinterogasi dia digelandang ke Mapolsekta Lowokwaru. (fin/mar)