Curanmor Tak Butuh Waktu Lima Menit

KORBAN: Intan Puji, menangis mendatangi Polres Malang Kota. Dia melapor sepeda motornya hilang dicuri.

MALANG – Ketegasan aparat kepolisian benar-benar diuji oleh komplotan pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Pasalnya, hampir setiap hari selalu ada warga yang melapor kehilangan motornya. Kemarin, Intan Puji, 19 tahun ini yang melapor ke petugas Polres Malang Kota. Mahasiswa salah satu PTS di Malang ini, mengaku kalau sepeda motor Yamaha Jupiter Z miliknya hilang dicuri saat diparkir di teras depan kosnya di Jalan Bendungan Sutami Malang.
Akibat kejadian tersebut, korban mengaku menderita kerugian sekitar Rp 10 juta. Sementara kasus pencurian itu sendiri, kini sedang dalam tahap penyelidikan petugas Reskrim Polres Malang Kota. “Laporan pencurian itu memang ada. Dan kini masih dalam penyelidikan petugas Reskrim,” ungkap Kasubag Humas Polres Malang Kota, AKP Dwiko Gunawan.
Sementara, dalam keterangan korban saat laporan kepada penyidik, dia mengatakan kalau sepeda motornya hilang saat diparkir di teras depan kosnya, sekitar pukul 11.35 WIB. Ceritanya, sebelum hilang sepeda motornya tersebut baru saja dipakai ke kampus.
Ketika pulang ke tempat kos, dia langsung memarkir motornya di teras. Sebelum ditinggal masuk ke kamar, korban terlebih dahulu memastikan motornya sudah dalam keadaan terkunci setir. Setelah diyakini aman, Intan langsung masuk ke dalam kamarnya.
Diperkirakan saat ditinggal masuk inilah, pelaku yang sudah mengintai ini langsung beraksi. Dengan menggunakan kunci T, pelaku merusak kunci kontak yang lantas membawa kabur motor. Korban sendiri, baru mengetahui motornya hilang saat mau keluar.
“Padahal cuma saya tinggal lima menit, kok sudah hilang,” aku Intan sembari menangis. Lantaran tak terima dan merasa dirugikan itulah, akhirnya korban mengadu ke petugas Polres Malang Kota.
“Dengan maraknya kejadian curanmor ini, saya menghimbau kepada masyarakat untuk hati-hati dan ekstra waspada. Jangan parkir sepeda motor seenaknya, tanpa diawasi. Dan mungkin bisa ditambah dengan pengaman lain selain dengan kunci setir,” jelas Dwiko Gunawan.(agp/lim)