Berharap Segera Ditemukan

BERHARAP : Rumah Handoko di Dusun Blendongan, Desa Sidoluhur, Lawang dan (insert) Handoko.

Pembunuhan Siswi SMK PGRI Singosari
LAWANG– Bukan hanya pihak kepolisian yang dipusingkan dengan hilangnya Handoko. Orangtuanya juga mengaku tidak tahu dimana keberadaan anak sulung dari dua bersaudara itu. Mereka berharap siswa SMK PGRI Singosari ini bisa segera ditemukan aparat yang berwajib. “Kami tidak tahu dimana keberadaannya. Kami sudah berupaya mencari kemana-mana, juga tidak ketemu,” ungkap Ngateno, ayah Handoko ditemui di rumahnya kemarin siang. Menurut penuturan Ngateno, anaknya pergi dari rumah sejak Rabu (6/3) siang. Dia pergi berpamitan kepada Rusmini, ibunya. Tujuannya hendak mengantarkan temannya ke tempat pindahan rumah temannya di Lawang.   
“Saat pergi saya tidak tahu karena sedang mencari rumput. Handoko pergi dengan membawa sepeda motor Yamaha Jupiter MX,” tambahnya.  Sampai malam ternyata Handoko tak kunjung pulang. Baru keesokan paginya, Rusmini mendapat SMS dari nomor ponsel Handoko. Dalam pesan singkat itu, Rusmini mendapat ancaman yang meminta tebusan Rp 50 juta. “Siapa yang mengirim tidak tahu. Yang pasti, selain meminta uang tebusan juga mengancam memilih sayang anak atau sayang harta. Tetapi setelah itu, malam harinya HP Handoko sudah tidak bisa dihubungi lagi,” ungkap Ngateno. Kamis (7/3) malam, berdasarkan keputusan keluarga, mereka melaporkan hilangnya Handoko ke petugas Polsek Singosari dan Polsek Lawang.
Dalam laporannya, mereka mengatakan kalau Handoko hilang dari rumah. Selain meminta bantuan polisi untuk mencari keberadaan Handoko, keluarga juga berusaha meminta bantuan paranormal.  Namun beberapa orang paranormal yang dimintai tolong, tak satupun yang bisa mengetahui dimana keberadaan Handoko. Bahkan, sejak ditemukannya kerangka Cahyani Elis Susanti, 16 tahun, warga Dusun Morotanjek, Desa Purwoasri, Singosari di dasar jurang Pegunungan Ringgit, Dusun Ngandeng, Desa Sidodadi, Lawang, Rabu (27/3) siang, keluarga ini tetap melakukan pencarian sendiri.  Mereka mengaku menyisir sekitar hutan.
“Semalam dan tadi pagi (kemarin), kami dibantu warga juga melakukan pencarian. Selain di hutan, kami juga mencari di Sungai Meling di Kelurahan Kalirejo, Lawang dan sekitar TKP penemuan kerangka,” tambah Kepala Dusun Blendongan, Purnomo. Terkait dengan keseharian Handoko sendiri, kerabat dan beberapa tetangga mengatakan kalau dia merupakan anak yang pendiam, taat beribadah dan penurut. Bahkan setiap malam dia selalu mengaji di musala yang tidak jauh dari rumahnya. (agp/mar)