Tangan Nyaris Putus Dibacok

MALANG– Jasito, 23 tahun, mahasiswa STIE Malang Kuceqwara yang kos di Jalan Borobudur Malang, Jumat (29/3) dini hari bernasib nahas. Tangan kirinya nyaris putus, setelah ditebas senjata tajam oleh sekelompok orang tak dikenal saat di Jalan Candi Trowulan Malang.  Akibatnya korban pun harus dilarikan ke RSSA Malang. Sementara kasus penyerangan itu, oleh korban langsung dilaporkan ke Polres Malang Kota. “Laporannya sudah ada, saat ini masih diselidiki oleh reskrim. Siapa pelakunya dan apa motif di balik penyerangan itu, masih belum jelas,” ungkap Kasubag Humas Polres Malang Kota, AKP Dwiko Gunawan. Diperoleh informasi, aksi penyerangan yang dialami oleh Jasito, asal Timor Leste ini, terjadi sekitar pukul 01.30. Ceritanya, dini hari itu bersama seorang temannya korban beli nasi goreng di Jalan Candi Trowulan.
Ketika sedang menunggu dibuatkan nasi goreng, tiba-tiba datang enam orang pemuda tak dikenal. Salah satu diantaranya diketahui membawa senjata tajam. Karena takut dengan kedatangan enam pemuda itu, korban dan temannya langsung kabur untuk menyelamatkan diri.
Tetapi enam pemuda tak dikenal itu, terus mengejar. Teman korban berhasil lolos, sedangkan korban sendiri berhasil dikejar yang kemudian dibacok mengenai tangannya hingga putus. Setelah tahu korbannya terluka, pelaku langsung kabur. Sementara korban sendiri, yang mengerang kesakitan meminta pertolongan. Selanjutnya dengan dibantu warga sekitar, korban dibawa ke RSSA Malang, dan melaporkan kejadian itu ke Polres Malang Kota. (agp/mar)