Rahang Patah Dihajar Tetangga

SINGOSARI – Sugianto, warga Dusun Tanjung, RT01 RW09, Desa Banjararum, Singosari, sejak akhir pekan kemarin, meringkuk di balik sel Mapolsek Singosari. Pemuda 22 tahun ini, ditahan atas tuduhan penganiayaan terhadap Tiyok, 21 tahun, tetangganya. Akibat penganiayaan itu, warga RT02 RW09 ini dilarikan ke RS Prima Husada Singosari. Dia harus menjalani operasi, karena tulang rahangnya patah. Beberapa gigi korban juga rompal, akibat pukulan tangan kosong tersangka. “Tersangka Sugianto ini, kami tangkap di rumahnya sesaat setelah kami mendapat laporan dari korban. Ketika kami amankan, dia sama sekali tidak melakukan perlawanan,” ungkap Kapolsek Singosari, AKP Arif Eko Prasetyo.
Keterangan yang diperoleh mengatakan, penganiayaan yang dialami korban ini, terjadi Jumat malam sekitar pukul 18.30, di jalan kampung. Malam itu tersangka dalam kondisi mabuk minuman keras (miras), sedang duduk di pinggir jalan. Kemudian melintas korban yang sedang berjalan sendirian. Saat korban lewat ini, tersangka pun bertanya. Korban pun menjawab kalau dirinya baru main, sembari terus melanjutkan perjalanan. Tak lama kemudian, korban kembali dan melintas di depan tersangka. Melihat korban kembali, tersangka bertanya lagi dengan pertanyaan sama. Korban pun spontan menjawab jawab dengan santai. Namun jawaban itu, ternyata justru membuat tersangka tersinggung dan langsung marah-marah sembari menghampiri korban.
Selanjutnya begitu depan, sembari terus ngomel tersangka langsung melayangkan pukulan dua kali ke arah wajah korban. Pukulan pertama tidak begitu keras. Namun pukulan kedua, mengakibatkan rahang korban patah dan darah pun keluar dari mulut. Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu, lantas melerai keduanya. Mereka langsung dibawa ke rumah Ketua RT untuk menyelesaikan secara kekeluargaan. Dihadapan Ketua RT dan korban, tersangka awalnya sanggup bertanggungjawab dengan membiayai pengobatan di RS. Itu kalau biaya operasi dan pengobatan sekitar Rp 7,5 juta. Namun setelah menjalani operasi dan pengobatan di RS Prima Husada, Singosari, ternyata total biaya sampai Rp 20 juta. Ketika Sabtu malam lalu diminta untuk membayar biaya di rumah sakit, tersangka malah tidak mau bertanggung jawab. (agp/mar)