Uang Operasional Unikan Dicuri Orang Dalam

LAPOR : Hadi Sriwiyana (kanan) didampingi Tris Edy Wahyono usai melapor ke polisi.

MALANG– Rektor Universitas Kanjuruhan, Dr. Hadi Sriwijana MM, semalam mendatangi Polres Malang Kota. Dia melaporkan pencurian yang terjadi di ruang kerjanya. Brankas berisi uang sekitar Rp 250 juta yang diletakkan di dalam lemari, hilang dicuri. “Kalau total uang yang ada di dalam brankas sekitar Rp 250 juta. Uang itu adalah uang operasional kampus,” ungkap Dr. Ir Tries Edy Wahyono, Pembantu Rektor I saat mendampingi ‘bosnya’ melapor ke Polres Malang Kota. Menurutnya, sebelum hilang brankas tersebut ada di dalam lemari ruang rektor lantai II. Kemudian pada 27 Maret, oleh Hadi dan Tries ditinggal pergi ke Jakarta karena ada urusan di Dikti. Ketika ditinggal pergi itu, ruang rektor sudah dipastikan dikunci dan dipegang oleh Tries.
Diperkirakan ketika ditinggal pergi inilah, brankas yang terbuat dari besi baja itu dicuri. Modusnya dengan merusak kunci ruang rektor. Kejadian sendiri, baru diketahui oleh Hadi dan Tries siang kemarin sekitar pukul 11.30. Itu ketika keduanya hendak masuk ruang rektor usai melakukan pertemuan dengan para mahasiswa di aula. Saat mau masuk, keduanya tidak bisa masuk lantaran kunci ruangan sudah diganti. “Saat itu papan nama tulisan rektor juga telah diturunkan,” ujar Tris. Lantaran tidak bisa masuk ruangan, akhirnya Tris dan Hadi memanggil tukang kunci. Selanjutnya dengan disaksikan banyak orang kunci ruangan dibongkar.
Begitu berhasil dibuka, keduanya lalu masuk dan mengecek. Ternyata saat dilihat brankas berisi uang Rp 250 juta yang ada di dalam lemari telah lenyap. Ketika dicek dan ditanyakan ke beberapa pegawai, ada dua pegawai yang mengaku bahwa dia yang mengambil brankas itu.
“Mereka Ismail dan Nanang, pegawai di bagian perlengkapan,” tuturnya. Namun, lanjutnya, kedua pegawai tersebut mengambil brankas itu bukan atas niatannya sendiri. Sebaliknya keduanya mengaku diperintah oleh Drs Agus Priono, Dosen Kopertis yang ditempatkan di Universitas Kanjuruhan. “Apa alasannya mencuri dan apa motifnya saya sama sekali tidak tahu,” terangnya. (agp/mar)