Rektor Unikan Dipecat

Teks Foto: Christea

Pencurian Brankas
MALANG– Laporan Rektor Universitas Kanjuruhan (Unikan), Dr. Hadi Sriwijana MM, ke Polres Malang Kota yang mengaku kalau brankas di ruang kerjanya hilang dicuri, tidak dibenarkan oleh Wakil Ketua Perkumpulan Pembina Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi (PPLP-PT) PGRI, Dr Christea F. Ak.MM. Kepada Malang Post, Christea mengatakan bahwa brankas itu hanya berpindah tempat. “Tidak ada pencurian di ruang rektor. Uang yang ada di dalam brankas juga tidak ada yang hilang. Uang dalam brankas itu sendiri, juga bukan uang rektor,” ungkap Christea kepada Malang Post kemarin. Menurutnya, pada 27 Maret lalu, Dr. Hadi Sriwijana MM dan Pembantu Rektor I, Dr. Ir Tries Edy Wahyono, telah dipecat sebagai Rektor dan Pembantu Rektor I. Mereka berdua dipecat karena telah melawan badan penyelenggara Universitas Kanjuruhan Malang, PPLP-PT PGRI yang diketuai oleh Sudjai. Sejak pemecatan itu, ruang rektor kosong dan terkunci. Kunci sendiri dipegang oleh Dr. Ir Tries Edy Wahyono.
Karena Rektor dan Pembantu Rektor sudah dipecat, Christea lalu memerintahkan pegawai untuk merubah seting ruangan itu, menjadi ruang koordinasi, pada Sabtu pagi lalu. Tetapi ketika ruang Rektor akan dibuka ternyata ruangan terkunci. Akhirnya terpaksa memanggil tukang kunci, untuk membuka dan selanjutnya mengganti kunci yang baru. Begitu pintu terbuka, barang-barang lalu dikeluarkan termasuk brankas. “Karena ruangan mau dirubah, ya otomatis semua barang harus dikeluarkan dan dipindahkan, termasuk brankas itu. Jadi sekali lagi tidak ada yang namanya pencurian,” kata Christea. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Senin malam lalu Rektor Universitas Kanjuruhan, Dr. Hadi Sriwijana MM, mendatangi Polres Malang Kota. Dia melaporkan pencurian yang terjadi di ruang kerjanya. Brankas berisi uang sekitar Rp 250 juta yang diletakkan di dalam lemari, hilang dicuri. (agp/mar)