Nasabah Gugat Balik BPF Rp 11,2 Miliar

KEPANJEN-   Perkara penggelapan dana nasabah PT. Bestprofit Future (BPF) kembali berlanjut. Kemarin, salah satu nasabah BPF bernama Dwi Rubingi, melakukan gugatan balik senilai Rp 11,2 miliar. Gugatan balik ini, menindaklanjuti gugatan dari BPF yang dilayangkan ke Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten di Kepanjen. Gunadi Handoko, SH, MM, Mhum, kuasa hukum Dwi Rubingi salah satu nasabah yang dirugikan oleh BPF menjelaskan pada persidangan ketiga di PN Kabupaten kemarin telah melakukan gugatan balik untuk mengganti kerugian materiil dan inmateriil.  “Kerugian materiil, sebesar Rp. 1,2 miliar. Sedangkan kerugian inmateriil, sebesar Rp 10 miliar,“ ujarnya.  
Dia kembali menjelaskan, kerugian materiil adalah kerugian yang diderita nasabahnya akibat dana digelapkan oleh perusahaan yang bertempat di Jalan Letjen S Parman  Malang itu. Sedangkan gugatan inmateriil dia mengatakan, untuk mengganti semua kerugian akibat gugatan yang dilayangkan BPF kepada klinnya ke PN Kabupaten. “Seperti pencemaran nama baik klien kami, melakukan serta menyebarkan kebohongan, serta waktu yang dirugikan untuk mengurusi persidangan dalam gugatan kasus ini yang dilayangkan BPF. Untuk itu, pada sidang tadi (kemari) kami lakukan rekonvensi atau gugat balik,“ terangnya.
Selain melakukan gugatan balik, Gunadi juga sudah melayangkan permohonan sita jaminan terhadap BPF kepada PN Kabupaten Malang.. “Yang kami ajukan untuk disita adalah gedung BPF yang terletak di Kota Malang, beserta seluruh isi maupun aset yang ada di dalamnya,“ bebernya. Tak cukup itu saja, dalam surat permohonan sita jaminan itu juga disebutkan untuk menyita sejumlah rekening bank atas nama BPF yang bertempat di Jakarta. “Tujuannya sita jaminan ini adalah untuk mengamankan aset BPF, agar tak diahihkan ke pihak lain,“ sebut bos Law Firm Gunadi Handoko and Partners ini.
Dia sangat yakin, hakim akan mengabulkan permohonan sita jaminan itu saat putusan sela mendatang. “Kira-kira, dua hingga tiga kali persidangan lagi dapat diketahui hakim mengabulkan permohonan kami atau tidak. Hanya saja, kami optimis hakim mengabulkan sita jaminan yang kami ajukan,“ yakinnya.  Sementara itu, dalam persidangan ketiga di PN Kabupaten Kemarin, kuasa hukum BPF, Dwi Wimbo juga hadir. Sedangkan dari nasabah Dwi Rubingi, diwakili oleh Muhammad Nadzib Asrori SH, dari kantor Law Firm Gunadi Handoko & Partners. “Sidang dilanjutkan pada hari Rabu pekan depan dengan agenda pembuktian,“ terang Nadzib Asrori terpisah. (big/mar)