Gugatan Tak Dikabulkan Hakim

MALANG- Sidang perdata gugatan wansprestasi yang dilayangkan Johan Hidayat, pengelola Karaoke NAV di Jalan Raya Langsep  Malang  kepada  Tanto Yuntak, pemilih lahan bangunan mencapai puncaknya di Pengadilan Negeri (PN) Kota Malang. Harini SH MH, hakim ketua dalam persidangan itu memutuskan bahwa gugatan itu tidak dikabulkan.  Hal itu dikarenakan perjanjian sewa menyewa telah berakhir pada 10 September 2012. Menurutnya, pihak pengelola NAV harus menyerahkan obsek sewa dalam kondisi kosong.  Tentunya perjanjian sewa menyewa itu yang telah disepakati sebelumnya secara tertulis hingga masa sewa berakhir pada 10 September 2012.
Saiful Fachrudin SH, kuasa hukum Johan mengaku akan mengajukan upaya banding. “Kami akan lakukan banding,” ujar Saiful. Sedangkan kuasa hukum Tanto Yuntak, yakni Diddin Syafrudin SH, mengatakan bahwa putusan ini sudah seharusnya terjadi. “Perjanjian sewa menyewa sudah berakhir pada 10 September 2012. Seharusnya pihak penyewa mengembalikan obyak sewa. Untuk perpanjangan sewa menyewa secara lisan itu tidak benar. Dengan adanya sidang gugatan perdata ini kita merasa cukup dirugikan. Oleh karena itu kita juga akan melakukan gugatan karena telah dirugikan pihak Johan,” paparnya.
Harianto, anak Tanto Yuntak mengatakan bahwa selama ini memang tidak ada perjanjian sewa menyewa secara lisan. Hal itu dikerenakan lahan bangunan akan digunakan sendiri untuk usaha keluarga. “Lahan bangunan akan kita gunakan untuk restoran. Setelah masa sewa menyewa habis, seharusnya pihak penyewa mengembalikan obyek sewa itu. Dikarenakan sudah tidak diperpanjangkan lagi oleh pemilik. Kalau masalah perjanjian lisan itu tidak benar. Seumpama perjanjian lisan ini dihalalkan, maka akan merusak negara ini. Di negara kita ini ada notaris, kenapa masih ada perjanjian secara lisan. Sekali lagi saya pertegas bahwa tidak ada perjanjian sewa menyewa secara lisan,” tegasnya. (mar)